[FANFICTION] Mianhae

1466267_457689477682150_627322083_n

Judul     : Mianhae

 

Cast       :

1. Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

2. Park Min Zi (Minzi)

3. Other Cast

 

Support Cast :

1. Park Min Ra (Min Ra)

2. Park Jong Woo (Jong Woo)

 

Ratting : Semua Umur  ^_^ xD

 

Author  : Fradella Reformeia Monica (MonicaKyu)

 

Twitter : @deLaaCho_

 

Genre   : Romance, Gaje *yang lain tentukan sendiri xD

 

Length : 3.185 Words

 

Ps : Typo adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan *pingsan *jadi hati-hati yaaa bila mata kalian sakit tiba-tiba karena membaca FF ini -_______-

 

Disclaimer  : this is 100% original FF. NO COPY and NO PLAGIAT !! FF ini milik saya. Suju milik ELF, But Kyuhyun is Mine 😀

 

Warning  : FF ini tidak menggunakan EYD yang jelas. Typo bertebaran dimana-mana. Banyak pengulangan kata karena author juga manusia danmasih belajar 😀

 

Please like before read and comment after read this. NO COPY !! NO PLAGIAT !! and NO BASH about anything. This is just a Fan Fiction not real.Jika ada kesamaan dengan FF lain, sewajarnya bukan salah author , but salahtangan author *plaakkk xD. Langsung aja cekidottt àà 

 

 

 

~Happy Reading~

 

 

 

“Cinta selalu mempunyai cara untuk mempertemukan dua orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi satu.” -Eunhyuk-

 

 

Teng.. Teng.. Teng..

 

Bunyi dentungan jam besar di sebuah pusat taman kota dengan jarum jam yang sudah menunjukkan tepat pukul 8 malam. Angin malam berhembus cepat menerpa seorang namja yang masih terduduk di deretan bangku taman yang kosong. Hanya ada dirinya disana. Orang-orang berlalu lalang melihat diri seorang namja itu merasa iba. Ya benar, wajah namja itu menunduk dengan pakaian yang rusuh dan tatanan rambutnya tidak teratur. Ditambah dia sering melamun dan menatap lurus seperti tak punya arah semangat untuk hidup.

 

“Oppa…. Eunhyuk Oppa…..”

 

Terdengar suara seorang yeoja memanggil namja tersebut dengan sebutan ‘Eunhyuk Oppa’. Seperti mengenal suara yeoja itu,namja itu pun mendongak mencari dari mana suara itu berasal. Dia terus menoleh ke kanan dan kiri berharap suara itu benar milik yeoja yang selama ini dicintainya. Namun nihil, tak ada pun seseorang di taman itu. Mungkin itu hanya halusinasinya saja yang selalu memikirkan Park Min Ra, yeoja yang selama ini dicintainya. Namja itu pun kembali menunduk dan tidak ada niat untuk beranjak dari bangku taman tersebut.

Kejadian 1 minggu yang lalu terus berputar dikepalanya membuatnya seperti sekarang ini. Tidak ada satu orang pun yang berani mengusik Eunhyuk. Bahkan keluarganya pun tak berani mengusik kesedihan yang telah melanda Eunhyuk. Mereka membiarkan Eunhyuk menyendiri dahulu. Mungkin itu salah satu cara agar Eunhyuk bisa kembali ceria lagi.

 

Kecelakaan 1 minggu yang lalu telah membuat nyawa Park Min Ra melayang. Dan kejadian kecelakaan itu pula disaksikan oleh Eunhyuk dengan kedua matanya sendiri.

 

***************

 

Flashback-

 

“Tunggu disini dulu ne Oppa, aku ingin membeli sesuatu untukmu. Jangan kemana-mana arraseo!”

“Ne, Arraseo! Jangan lama-lama ne chagi.”

 

Min Ra melangkah meninggalkan Eunhyuk yang duduk dibangku taman yang berada di pusat kota. Dia melangkah dengan senyum sumringah yang mengembang di bibir yeoja itu. Semakin lama punggung Min Ra tak terlihat dari pandangan Eunhyuk.

 

10 menit..  20menit..  30 menit..

 

Min Ra belum kembali menghampiri Eunhyuk. Eunhyuk yang khawatir tentang keadaan Min Ra pun melangkah pergi mencari Min Ra. Hingga kedua matanya menangkap sosok yeoja berparas cantik dengan rambut bergelombang tergerai berdiri diseberang jalan dengan senyuman manis memandang Eunhyuk. Eunhyuk membalas senyuman itu. Rasa kekhawatiran itu hilang ketika ia melihat senyuman yeoja yang sangat dicintainya itu.

 

Min Ra menyeberang jalan mengahampiri Eunhyuk tanpa ia ketahui segerombolan orang menerobos dan membuat Min Ra terhuyung jatuh. Ia pun berdiri membersihkan pakaiannya yang kotor. Eunhyuk yang melihat kejadian itu pun berlari menghampiri Min Ra. Namun karena banyak orang yang ingin menyeberang jalan, ia sulit menerobos kerumunan orang-orang tersebut. Tanpa Min Ra sadari, sebuah mobil sedan berkecepatan tinggi melaju ke arahnya. Eunhyuk yang melihat mobil itu lalu mengarahkan pandangannya kepada Min Ra yang masih berdiri disana. Eunhyuk bergegas menyelamatkan Min Ra berusaha menerobos orang-orang yang berlalu lalang disekelilingnya. Namun usaha Eunhyuk sia-sia, mobil itu lebih cepat dan menabrak Min Ra.

 

Tabrakan itu pun terjadi. Min Ra tergeletak di atas jalan dengan berlumuran darah. Eunhyuk melihat kejadian itu. Dia berlari menghampiri Min Ra. Sekujur tubuhnya gemetar melihat Min Ra berlumuran darah. Air matanya tak bisa terbendung lagi. Menetes dengan sangat derasnya. Ia memeluk tubuh Min Ra sangat erat. Mendekap yeoja yang dicintainya itu sambil mencoba membangunkan Min Ra. Eunhyuk meneriaki nama Min Ra terus menerus. Hingga ia mendengar suara ambulan mendekat ke arahnya. Dan saat itulah semua pandangan Eunhyuk menjadi gelap.

 

 

Flashback end-

 

 

 

********************

 

 

Di tempat inilah terakhir kali Eunhyuk bisa bersama Min Ra. Ia merindukan sosok Min Ra yang selalu bertingkah manja dengannya ketika ia ingin dibelikan sesuatu. Bayangan kenangannya bersama Min Ra berputar di otaknya lagi. Setetes air mata mengalir dari pelupuk mata Eunhyuk. Sakit! Hatinya pilu ketika mengingat bahwa Park Min Ra telah meninggalkannya untuk selamanya.

 

Saengil chukkahamnida

Saengil chukkahamnida

Saranghaneun uri Jong Woo

Saengil chukkahanmnida

 

Eunhyuk mendongak kembali setelah mendengar suara yeoja yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Eunhyuk teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tak jauh dari tempat dududuknya, ia melihat seorang yeoja berjongkok membawa sebuah kue dengan seorang anak kecil berdiridi hadapannya. Dari samping yeoja itu mirip dengan Min Ra. Apa itu Park Min Ra?

 

Eunhyuk berlari mendekati mereka. Memeluk yeoja tersebut tanpa memperdulikan siapa yeoja itu sebenarnya. Yeoja itu pun terkejut mengakibatkan kue yang dibawa olehnya terjatuh.

 

****************

 

Minzi POV-

 

Siapa namja ini? Kenapa namja ini memeluk ku? Namun terasa aneh, aku seperti sudah mengenal namja ini. Dekapannya sangat erat membuatku nyaman dipelukannya. Jantung ini, kenapa berdetak begitu cepat? Aarggh aku tidak bisa berfikir jernih. Hingga suara Jong Woo menyadarkanku dan aku pun melepas pelukan namja itu. Ada rasa enggan di dalam benak ku melepaskan pelukan eratnya.

 

“Noona.. Minzi Noona..” Ucap Jong Woo sambil menarik ujung jaket tebalku. Wajahnya ampak sedih. Aku baru teringat, aku menjatuhkan kue ulang tahunnya.

 

“Maafkan Noona, Jong Woo. Mianhae Noona menjatuhkan kue ulang tahunmu ini. Besok, Noona berjanji akan membelikan kue ulang tahunmu lagi. Sekarang tersenyumlah. Jangan bersedih di hari ulang tahunmuini.” Aku memeluk namja kecil ku ini.

 

Park Jong Woo bagaikan malaikat bagiku. Dia adalah satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang. Jong Woo baru berumur 12 tahun. Aku tidak ingin membuatnya bersedih. Cukup hanya aku saja yang menerima penderitaan.

 

Namja yang memeluk ku tadi masih berdiri menatap nanar kepadaku. Dia terlihat kacau dan sedih. Sedetik kemudian, dia sudah berada dihadapanku. Aku pun bediri dan masih tetap menggandeng tangan Jong Woo. Aku rasa Jong Woo ketakutan melihat namja tersebut. Penampilannya seperti preman.Tapi aku melihat pada dirinya tidak ada tampang preman di wajah namja itu. Dia membungkukkan badan sebentar meminta maaf kepadaku karena perbuatannya telah merugikan. Pandangan mata kita bertemu. Ooh God, mata namja itu seperti memiliki daya tarik untuk terus kulihat. Jantung ini kenapa berdetak begitu cepat lagi? Dan mengapa kedua mataku tidak ingin lepas dari pandangan matanya? Tuhan, bantu aku keluar dari situasi ini.

 

Minzi POV end-

 

 

***************

 

 

Eunhyuk POV-

 

Dia bukan Park Min Ra. Ya, dia bukan Park Min Ra! Tapi ada sesuatu yang mengingatkanku dengan Park Min Ra dalam tubuh yeoja itu. Matanya! Aku seperti melihat bayangan wajah Park Min Ra di mata yeoja itu. Atau ini hanya halusinasiku saja? Molla, yang penting aku harus meminta maaf kepada yeoja dan namja kecil itu. Aku telah merusak acara perayaan pesta ulang tahun mereka.

 

“Mianhamnida Agashi. Aku tidak bermaksud merusak acara kalian. Hanya saja…..” Aku menghentingkan ucapanku. Aku tidak bisa menceritakan kejadian menyakitkan itu.

“Gwaenchana Agashi. Aku mengerti.” Dia tersenyum lalu beranjak pergi bersama namja kecil itu.

 

Aku menarik lengan kirinya. Dia menoleh menatap heran kepadaku. Aku pun melepaskan genggamanku di lengannya.

 

“Naneun Eunhyuk imnida. Ini kartu namaku. Jika agashi ingin meminta rugi kepadaku, telepon saja nomor yang ada dikartu itu. Dan untuk namja kecil ini, maafkan Hyung telah merusak acara ulang tahunmu. Tanggal ulang tahun kita sama. Saengil Chukkahamnida adek kecil….” Aku menatap yeoja itu. Yeoja itu tahu apa yang ku maksud.

“Park Jong Woo..”

“Oh ne, Saengil Chukkahamnida Park Jong Woo..” Jong Woo pun tersenyum dan mengucapkan selamat ulang tahun juga kepadaku. Yeoja itu pun juga ikut tersenyum melihat namdongsaengnya terlihat bahagia.

 

Eunhyuk POV end-

 

 

 

—————o0o————–

 

 

“Cinta sanggup tumbuh di hati siapa saja. Bahkan, terhadap orang yang salah sekalipun. Cinta memang indah dan luar biasa.” -Eunhyuk& Park Minzi-

 

 

 

Author POV-

 

Sejak kejadian itu pula hubungan Eunhyuk dan Minzi menjadi lebih akrab. Apalagi Jong Woo, ia merasa senang ada seorang hyung yang bisa membuatnya bahagia seperti sekarang ini. Sosok Eunhyuk yang humoris, bijaksana, dan mampu membawa ketenangan di hati Park Minzi membuat Minzi merasakan getaran cinta ketika Eunhyuk berada di dekatnya.

 

Setiap akhir pekan, Eunhyuk mengajak Minzi dan Jong Woo berwisata di daerah-daerah terkenal di Korea Selatan. Dan pekan ini mereka memilih untuk pergi ke Lotte Mart. Mereka ingin bersenang-seanang menaiki wahana yang berada di Lotte Mart. Eunhyuk, Minzi, dan Jong Woo sangat menikmati hari itu. Senyum Minzi terus mengembang setiap detiknya. Ya, senyuman itulah yang bisa membuat hati Eunhyuk terus bergetar. Ia tak ingin melihat senyuman itu pudar.

 

“Minzi-ya, mianhaeyo. Aku menggapmu seperti Min Ra. Tapi aku berjanji akan terus membuatmu bahagia walau hatiku masih sulit membuka hati untuk orang lain. Maafkan aku bersandiwara dibelakangmu.” Batin Eunhyuk melihat senyuman Minzi yang terus mengembang. Ia tak ingin melukai perasaan yeoja itu. Dan, ia juga tidak ingin senyuman dan sorot mata Minzi memudar hanya karena dirinya. Eunhyuk pun mengikuti Jong Woo berpindah dari permain satu ke permainan yang lain.

 

Di sisi lain, Minzi terlihat begitu sangat bahagia. Beban masalah yang berada di pundaknya kini terasa lebihringan setelah Eunhyuk hadir dalam kehidupannya.

 

“Terima kasih Tuhan,Engkau telah mengirimkan 2 malaikat untukku. Berkat mereka kini bebanku semakin lama semakin berkurang. Eunhyuk Oppa, jeongmal gomawoyo.” Ucap Minzi dalam hatinya. Melihat kebersamaan Eunhyuk dengan Jong Woo yang semakin akrab, Minzi pun menyunggingkan sebuah senyum yang sangat manis dan Eunhyuk beruntung bisa melihat moment itu. Minzi tak menyadari bahwa Eunhyuk mengamati setiap gerak gerik pada dirinya.

 

Author POV end-

 

 

 

***********************

 

 

BUKK!!

 

Terdengar suara sebuah buku terjatuh dari atas meja. Minzi mencari dari mana suara itu berasal. Ia masuk kedalam kamar Jong Woo dan melihat sebuah buku tergeletak di atas lantai. Buku itu bertuliskan nama Lee Hyuk Jae. Minzi mulai penasaran. Ia tidak ingin membuka apalagi membaca isi buku itu. Tetapi hati dan fikirannya menuju arah berlawanan. Tangan Minzi membuka halaman pertama buku tersebut. Nampak foto seorang namja dan seorang yeoja yang begitu mesra. Ia merasa mengenal yeoja tersebut. Minzi mengacuhkan foto itu dan membuka halaman berikutnya. Hingga ia menemukan kenyataan pahit yang diketahuinya dari buku Euhyuk tersebut.

 

 

‘…Park Min Zi, maafkan aku. Aku.. aku.. aku namja yang bodoh, membiarkanmu terhanyut kedalam perasaan yang tidak bisa aku balas. Hati ini masih sulit terbuka untuk yeoja lain. Aku hanya menggapmu seperti Park Min Ra. Ia sangat mirip denganmu. Aku tidak berani mengatakan hal ini kepadamu. Setiap kau tersenyum, diri Min Ra selalu ada dalam dirimu. Sorotan matamu selalu menggambar wajah Min Ra. Jika aku kehilanganmu, aku juga akan kehilangan sosok Min Ra. Tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia. Dan Jong Woo, aku sangat menyukai namja kecil itu. Park Min Zi, Mianhaeyo….”

 

 

Minzi tak bisa membendung air matanya lagi. Dugaannya benar. Eunhyuk tidak mencintainya. Ini hanya sandiwara belaka. Arrghh betapa bodohnya Minzi mau dibodohi namja seperti Eunhyuk. Yang membuatnya tambah sedih adalah ketika Minzi tau bahwa Min Ra adalah saudara kembarnya. Mereka memang saudara kembar tetapi wajah mereka berbeda dan itu diperkuat ketika Minzi membaca halaman tengah buku itu dan mendapati nama Appa dan Eomma nya tertulis disana.

 

Min Ra adalah Kakak perempuan Minzi, namun ketika Minzi berumur 2 tahun orang tuanya memisahkan mereka karena Min Ra selalu sakit-sakitan dan daya tahan tubuhnya melemah jika Minzi tinggal bersama Min Ra. Alhasil Minzi dititipkan oleh pamannya yang tinggal di New York. Di New York Minzi selalu mendapat siksaan dari bibinya. Orang tuanya pun tidak perduli dengan kehidupannya. Hingga ia berumur 10 tahun dan pindah ke Korea lagi karena perusahaan pamannya bangkrut. Namun nasib sial menimpa dirinya lagi. Mobil yang ditumpangi oleh keluarga pamannya dan dirinya itu mengalami kecelakaan ketika akan menuju ke rumah yang akan di tempati mereka ketika berada di Korea. Tapi nasib baik masih berpihak di diri Park Minzi, ia ditemukan oleh keluarga Park Jong Jin dan merawatnya hingga ia besar. Walaupun kehidupan Park Jong Jin sangat sederhana, Minzi mampu beradaptasi dengan mereka. Apalagi Park Jong Jin mempunyai putra tunggal yang lebih muda darinya. Usia mereka terkait 8 tahun. Peran Jong Woo dalam diri Minzi sangat penting bagi Minzi. Jong Woo lah yang membangunkan semangat Minzi agar ia mampu menjalani kehidupan sesulit apapun itu. Dan ketika Orang tua Jong Woo meninggal karena kecelakaan, ia berjanji akan merawat Jong Woo dengan baik sebagai balas budi terhadap keluarga Jong Woo yang telah merawatnya.

 

 

**********************

 

 

Drrtt   Drrtt

 

Suara getaran ponsel Eunhyuk berbunyi menandakan sebuah pesan masuk dalam ponselnya. Betapa bahagianya Eunhyuk melihat layar ponselnya ketika mengetahui siapa pengirim pesan tersebut. Ya, pesan itu dari Park Minzi. Sudah 1 minggu Minzi dan Jong Woo menghilang dari hadapannya lagi. Eunhyuk sudah mencari mereka namun tak kunjung menemukan mereka. Ia kesepian. Sangat kesepian tanpa kehadiran mereka. Perlahan Eunhyuk mebuka pesan tersebut.

 

Eunhyuk Oppa, gomawo karena selama ini kau memberikan keindahan dalam kehidupanku walaupun itu hanya sekedar sandiwara agar kau bisa melihat diri Min Ra dalam diriku. Park Min Ra dan Park Min Zi. Apa Oppa tidak berfikir bahwa marga kita hampir sama? Ani, bukan hampir tapi memangkenyataannya sama. Hanya nama belakang kita yang berbeda. Kita adalah saudara kembar Oppa. Maaf aku telah lancang membaca buku pribadimu yang tertinggal dikamar Jong Woo. Aku sudah mengirimkan buku mu itu ke apartement mu dan bacalahsurat yang berada didalamnya. Kau akan mengetahui sesungguhnya apa yangterjadi. 30 menit lagi pesawat yang akan membawaku dan juga Jong Woo ke NewYork akan lepas landas. Selamat tinggal Oppa. Jaga diri Oppa baik-baik. Saranhaeyo.

 

Tiba-tiba Eunhyuk merasakan sesak yang teramat dalam di hatinya. Minzi sudah mengetahui kebohongannya dan ia akan pergi meninggalkannya. Kata-kata Minzi yang berhasil menghipnotis hati Eunhyuk. Kini ia sudah melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju bandara Incheon untuk menyusul Minzi dan mencegahnya untuk pergi. Ia butuh Park Minzi,bukan Park Min Ra. Jalanan yang macet membuat perjalanan Eunhyuk terhambat.

 

“Masih 15 menit lagi. Aarrgghh!!” Gumam Eunhyuk.

 

Eunhyuk memutuskan untuk berjalan saja karena jarak bandara Incheon sudah dekat. Seluruh koridor telah Eunhyuk telusuri tapi tak kunjung menemukan Minzi. Waktu terus berputar dan  kini ia mendengar suara pesawat yang lepas landas tepat pada jam keberangkatan pesawat yang ditumpangi oleh Minzi. Harapannya sudah pupus. Minzi telah pergi meninggalkannya. Eunhyuk merutuki kesalahan yang telah diperbuat olehnya sendiri. Ia pun mendongak melihat pesawat itu dan berkata “Aku akan menunggumu. Mianhaeyo Park Min Zi. Nado Saranghaeyo.”

 

 

 

————–oOo————

 

 

 

@New York, Minzi’s Apartement 10:00 a.m

 

 

[-BackSong- 2AM ‘I Wonder If You Hurt Like Me’ ]

Tiada hari tanpa bayang wajah-mu

Mengapa dirimu yang selalu hadir dibenakku

Getar hatiku memanggil namamu

Tanpa kusadari air mata ini bergulir

 

Saat ku bernyanyi

Kala ku melangkah

Ku slalu memikirkanmu

 

Mungkin-kah ku juga ada dihatimu

Mungkin-kah kau menangis mengingatku

Mungkin-kah kaupun memendam perih

Dan tenggelam dalam kerinduan

 

Sering kali ku berpura tertawa

Laksana boneka yang tersenyum paksa tersiksa

 

Tak seorangpun tau

Ku tersenyum bukan bahagia

Karna memang tak mungkin tanpamu

Oh Jujur saja, ku tak mungkin

Jujur saja akan kucoba

Hidup tanpamu oh ku menangis lagi

 

 

Tetes demi tetes air mata Minzi mengalir begitu derasnya. Ia merindukan sosok Eunhyuk. Ini adalah keputusannya. Ia tidak ingin hatinya terluka karena Eunhyuk. Tapi jujur saja, di hati Minzi masih menyimpan perasaan cintanya kepada Eunhyuk.

 

“Oppa… Ku harap kau menyadari betapa aku sangat mencintaimu. Aku adalah Park Min Zi, bukan Park Min Ra!” gumam Minzi disela-sela tangisnya.

 

 

*********************

 

 

Berbulan-bulan Eunhyuk merasa tersiksa atas kesalahannya sendiri. Kini ia tersadar, yeoja yang ia cintai bukan Min Ra tetapi Minzi. Walaupun mereka adalah saudara kembar, tetapi hidup mereka berbeda. Ia lebih mencintai Minzi. Tapi kenyataannya sekarang adalah Minzi telah pergi meninggalkannya karena kesalahannya sendiri.

 

“Bodoh! Aku benar-benar bodoh! Minzi-ya, jebal kembali kepadaku lagi..”

 

Hari-harinya selalu dilalui bayangan Minzi dan kesalahannya yang telah ia perbuat kepada yeoja itu. Setiap hari ia selau mengirim email kepada Minzi namun tidak ada respon. Eunhyuk ingin menyusul Minzi ke New York namun keadaan tidak berpihak kepadanya. Banyak tugas yang harus diselesaikannya di Korea. Hingga suatu hari ia mendapat email balasan dari Minzi.

 

Biarkan aku menyendiri dan memikirkan masalah ini terlebih dahulu. 5 tahun lagi kita akan bertemu di Korea lagi. Jika Oppa mencintaiku, kuharap Oppa mau menungguku.

 

 

————–oOo————-

 

 

 

-Semua cerita mempunyai akhir masing-masing-

 

 

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. 5 tahun dilalui Eunhyuk dengan mudahnya. Hari ini Minzi akan kembali ke Korea lagi. Ia mengetahui berita ini dari Jong Woo. Eunhyuk sengaja berangkat ke bandara agak pagi karena ia tidak ingin yeoja yang dicintainya menunggu terlalu lama. Kesibukan orang-orang bandara mengakibatkan Eunhyuk terkadang menabrak orang karena semangat dan terburu-buru.

 

10 menit.. 20 menit.. 30 menit..

 

Sekarang ia sudah siap menuju ke arah pintu kedatangan. Eunhyuk melihat satu per satu penumpang yang turun. Hingga penumpang pesawat yang terakhir Eunhyuk pun tidak melihat batang bidung Minzi dan Jong Woo. Apa ia memperoleh informasi yang salah? Tidak mungkin Jong Woo membohonginya. Eunhyuk pun berbalik berjalan gontai menuju parkiran untuk pulang. Baru beberapa langkah ia berjalan, Eunhyuk merasakan seseorang melingkarkan tangan di pinggulnya.

 

“Kau mau kemana eoh? Apa kau tak merindukanku hm?”

“Minzi-ya..”

“Ne Oppa ini aku. Jeongmal bogoshipo..” Eunhyuk berbalik memeluk erat yeoja yang ditungguinya selama 5 tahun itu.

“Minzi-ya,maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku…” belum sempat Eunhyuk melanjutkan perkataannya, Minzi memotongnya terlebih dahulu. Minzi melepas pelukan Eunhyuk dan menatap kedua mata Eunhyuk.

 

“Sudahlah Oppa, kita lupakan masa lalu kita. Mulai sekarang kita lakukan kehidupan kita dari awal. Tinggalkan masa lalu dan sambutlah masa depan.”

“Gomawo Minzi-ya.. Saranghae..”

“Nado saranghae Oppa..”

 

Mereka kembali berpelukan. Eunhyuk mencium kening Minzi dengan segenap perasaan cinta yang ia miliki. Mereka lupa bahwa ini adalah tempat umum. Banyak orang berlalu lalang memandangi mereka dengan bergeleng-geleng kepala menandakan mereka terheran dengan tingkah laku Minzi dan Eunhyuk. Hingga suara seorang namja membuyarkan pikiran mereka dan lalu melepaskan pelukan mereka karena menahanmalu.

 

“Hey kalian! Apa kalian tidak merasa lelah berpelukan seperti itu terus menerus? Apa kalian tidak malu dipandangi oleh banyak orang? Ini tempat umum. Kajja kita pulang. Aku sangat lelah dan ingin segera beristirahat!” Eunhyuk dan Minzi tersenyum kecil melihat tingkah laku namja itu.

 

“Apa dia Jong Woo kecil mu dulu itu?”

“Hahaha.. Ne Oppa. Dia sangat bawel sekali.”

“Yaya ya kalian! Aku mendengar apa yang kalian ucapkan. Sekarang aku sangat lelah.Eunhyuk Hyung, aku bukan anak kecil lagi.”

 

Jong Woo meninggalkan Minzi dan Eunhyuk dan berjalan terlebih dahulu. Eunhyuk dan Minzi menahan tawa melihat tingkah Jong Woo yang masih kekanak-kanakan. Eunhyuk terus menerus menggenggam tangan Minzi. Ia tidak mau terpisah dengan Minzilagi.

 

“Min Ra eonni, maafkan aku telah merebut namjachingumu. Aku sangat mencintai Eunhyuk Oppa. Aku akan berusaha membuatnya bahagia. Semoga eonni bahagia diatassana.” ucap Minzi dalam hatinya. Ia tersenyum memandangi Eunhyuk, namja yang sangat dicintainya itu.

 

 

————oOo———–

 

 

Aku ingin melewati masa depanku dengannya. Genangan cinta membasahi hati seperti malam kala itu. Aku tidak ingin kehilangan dirinya lagi. –Eunhyuk- 

 

Cinta mempunyai 2 sisi. Kebahagian dan Kesedihan. Aku hanya ingin kebahagian yang berada didalam alur cintaku. –Min Zi- 

 

Kehendak Tuhanlah yang telah mempersatukan seorang namja dan yeoja yang saling mencintai. Aku harap kalian bahagia. –Min Ra-

END-

[LIRIK LAGU] KYUHYUN – AT GWANGHWAMUN (INDO TRANSLATE)

KYUHYUN – AT GWANGHWAMUN

cover

Romanized:
Neon eoddaettneunji, ajig yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeottdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaeng ip muldeul ddae
Geujeya gogael deurosseottna bwa

Nuni busige banjjagideon uri dureun imi nami dwiottjanha
Ni pum aneseo sesangi nae geosieottdeon cheoleobdeon sijeoleun annyeong

Oneul babochoereom geu jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo
Geu son jabgo geoddeon gieoge ddo dwidora bwa niga seo isseul…gga bwa

Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareun nugeul chajneun il inji
Keopi hyang gadeughan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useottdeon naya

Cheoeumieosseo geutorog nal ddeollige han sarameun neobbunijanha
Nuguboda deo sarang sereobdeon niga wae naegeseo ddeonagattneunji

Oneul babochoereom geu jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo
Geu son jabgo geoddeon gieoge ddo dwidora bwa niga seo isseulgga bwa

Geu jarieseo maeil araga jogeumssig
Byeonhaeganeun nae moseubeun meon hutnaeren geujeo useojyo

Nan haengboghae
Oneul yeogin geu ddaecheoreom areumdawoni

Gwaenhi babocheoreom i jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo (Naneun haengboghae)
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa niga seo isseul…gga bwa

terjemahan dalam bahasa indonesia lirik:
Bagaimana harimu? Masih ada tinggal sedikit musim panas

Untuk beberapa alasan, saya memiliki hari yang melelahkan
Ketika daun berubah warna di sisi jalan Gwanghwamun
Saat itulah saya akhirnya mengangkat kepalaku

Kami ditakdirkan untuk bersinar begitu cerah bersama-sama

Tapi sekarang kita adalah orang asing
Pada suatu alasan, dunia adalah milikku
Selamat tinggal kepada hari-hari kekanak-kanakan

Hari ini, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat itu

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Pada kenangan memegang tangan dan berjalan bersama-sama, saya melihat kembali
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Saya tidak tahu apakah hidup di dunia ini

Hanya sekitar selalu mencari orang lain
Ketika saya datang ke jalan ini, penuh dengan aroma kopi
Saat itulah saya akhirnya tersenyum

Ini adalah pertama kalinya bahwa seseorang membuat saya gugup

Anda adalah satu-satunya
Anda lebih dicintai daripada orang lain
Tapi mengapa kau tinggalkan aku?

Hari ini, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat itu

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Pada kenangan memegang tangan dan berjalan bersama-sama, saya melihat kembali
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Di tempat itu, saya mengenal

Bagaimana saya perlahan-lahan berubah setiap hari
Pada hari-hari jauh ke depan, hanya tersenyum untukku
Saya senang
Karena hari ini, tempat ini hanya indah seperti saat itu

Tanpa alasan, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat ini

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Aku melihat kembali sekali lagi di jalan ini di Gwanghwamun
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Translation/translete arti dalam bahasa ingris :
How was your day? There’s still a little bit of summer left

For some reason, I had a tiring day
When the leaves changed color on the side of the road of Gwanghwamun
That was when I finally lifted my head

We used to shine so bright together

But now we are strangers
In your arms, the world was mine
Goodbye to those childish days

Today, like a fool, I am standing at that spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
At the memories of holding hands and walking together, I look back
In case you are standing there

I don’t know if living in this world

Is just about always looking for another person
As I came to this street, filled with the aroma of coffee
That was when I finally smiled

It was the first time that someone made me that nervous

You were the only one
You were more lovable than anyone else
But why did you leave me?

Today, like a fool, I am standing at that spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
At the memories of holding hands and walking together, I look back
In case you are standing there

At that place, I get to know

How I’m slowly changing every day
In the far days ahead, just smile for me
I’m happy
Because today, this place is just as beautiful as back then

For no reason, like a fool, I’m standing at this spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
I look back once again at this road in Gwanghwamun
In case you are standing there

lirik hangul:
당신은 어땠어? 왼쪽 여름의 약간은 여전히있다

어떤 이유로, 나는 피곤한 하루했다
잎은 광화문의 도로의 측면에 색상을 변경하는 경우
나는 결국 내 머리를 해제 때였

우리는 함께 매우 밝은 빛을하는 데 사용

하지만 지금 우리는 낯선 사람이다
당신의 팔에서, 세계는 내이었다
그 유치한 일 안녕

오늘날, 바보처럼, 나는 그 자리에 서 있어요

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
손을 잡고 함께 걷는의 기억에, 나는 다시는 돌아
경우에 당신이 거기 서

이 세상에서 살고 나도 몰라

거의 항상 다른 사람을 찾고있다
나는이 거리에 온 바와 같이, 커피의 향기 가득
나는 마침내 미소를 지었다 때였

그것은 누군가가 나에게 그 신경을 만든 것은 이번이 처음이었다

당신은 단 하나였다
당신은 다른 사람보다 더 사랑스러운했다
그러나 왜 나를 떠 났죠?

오늘날, 바보처럼, 나는 그 자리에 서 있어요

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
손을 잡고 함께 걷는의 기억에, 나는 다시는 돌아
경우에 당신이 거기 서

그 곳에서, 나는 알고

나는 천천히 매일 변화하고있어 어떻게
앞서 지금까지 일에, 그냥 미소
나는 행복 해요
오늘 때문에이 곳은 다시만큼이나 아름답다

아무 이유없이, 바보처럼, 나는이 자리에 서있어

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
나는 광화문에서이 길에서 다시 한 번 되돌아 볼
경우에 당신이 거기 서

[FANFICTION] Between My Love and My Idol

AUTHOR                    : Monicakyu & ChristyaaJung

JUDUL CERITA         : Between My Love & My Idol

CAST                          : 1. Cho Kyuhyun

                                      2. Han Jun Hee

                                      3. Lee Sungmin

GENRE                       : Romance,

RATING                     : PG-13

LENGTH                     : ?

Ps                               : Typo adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan *pingsan * jadi hati-hati yaaa bila mata kalian sakit tiba-tiba karena membaca FF ini -_______-

 

Disclaimer                : this is 100% original FF. NO COPY and NO PLAGIAT !! FF ini milik saya dan ChristyaaJung.

 

Warning                    : FF ini tidak menggunakan EYD yang jelas. Typo bertebaran dimana-mana. Banyak pengulangan kata karena author juga manusia dan masih belajar 😀

 

Please like before read and comment after read this. NO COPY !! NO PLAGIAT !! and NO BASH about anything. This is just a Fan Fiction not real. Jika ada kesamaan dengan FF lain, sewajarnya bukan salah author , but salah tangan author *plaakkk xD. Oh ya di sini ada 1 kalimat dari quote Jea eonnie 😀 Dan saya sudah meminta izin kepadanya untuk menggunakan quotenya berada dalam ff ini J Langsung aja cekidottt àà 

 

 

 

~Happy Reading~

[Fanfiction] Between My Love and My Idol

Hembusan angin kencang menerpa wajah seorang perempuan berparas cantik yang tengah berdiri tidak jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang bercita ria dalam keramaian tersebut. Dekorasi dengan bernuansa merah muda yang tampak keindahan dilihat dari sudut manapun mencerminkan kepribadian dari pemilik pesta itu. Semua orang terlihat tampak bahagia. Tapi tidak untuk perempuan itu, dia semakin menunduk melihat kebahagiaan dalam kerumunan itu semakin mengembang.

Apa hanya ia saja yang merasakan sakit hati melihat kebahagian itu?

Tidak! Bahkan masih banyak orang-orang di luar sana yang tidak menyukai kebahagaian dalam kerumunan tersebut.

“Semoga kau bahagia, Lee Sungmin. Aku selalu mendukungmu..”

Seandainya ia berani mengungkapkan kata-kata itu dihadapan Lee Sungmin. Seandainya ia berani melangkahkan kakiknya menuju tempat itu, mengajak Sungmin berbicara dan menjabat tangannya seperti biasa. Tapi kepercayaannya hilang begitu saja. Dia terlalu kecewa terhadap lelaki tersebut. Ia kira ia akan sanggup menutupi perasaannya yang terlalu kecewa dan sakit hati. Keberanian yang sudah ia siapkan telah hilang meluap begitu saja.

Dan dia hanyalah perempuan biasa di mata laki-laki itu. Hanya salah satu fans yang beruntung mendapat kabaikan hati dari Lee Sungmin. Ya, siapa yang tidak mengenal Lee Sungmin? Dia adalah penyanyi dan salah satu aktor terhebat yang dimiliki Negara Gingseng ini.

Hanya seorang fans! Kenyataan itu membuatnya tertohok dengan nasib kehidupannya. Apa yang tidak dimilikinya? Cantik? Banyak orang memang memujinya sangat cantik. Kaya? Bahkan ayahnya adalah salah satu pemilik perusahaan terkenal di Korea. Tapi mengapa laki-laki itu lebih memilih perempuan yang hanya memanfaatkan ketenarannya saja? Bahkan perempuan itu tidak lebih cantik darinya.

Apa sifatnya selama ini tidak terlalu baik bagi Sungmin? Tidak, bahkan Sungmin memperlakukannya dengan baik disetiap pertemuannya. Dan juga Lee Sungmin memberikan undangan pernikahannya yang hanya dihadiri keluarganya saja. Terlalu special bukan untuk perempuan yang hanya sebatas seorang fans?

Kecewa! Tentu pasti kecewa karena Lee Sungmin selama ini menyembunyikan kenyataan besar itu darinya. Seharusnya dari dulu ia sadar, dia hanyalah seorang fans. Tidak lebih! Tapi selama ini dia dibutakan oleh kekagumannya terhadap Lee Sungmin. Ia terlalu berharap terhadap Lee Sungmin.

Dia kecewa sangat kecewa dengan keputusan yang telah diambil lelaki itu. Memang menyedihkan ketika kau harus berusaha menerima dan melepaskan sesuatu yang tak pernah menjadi milikmu, yang bahkan hanya mampu menjadi mimpimu.

“Berhenti menatapnya sayang..”

Suara berat nan merdu dari laki-laki yang berada dibelakang perempuan itu menyadarkannya dari lamunan panjangnya. Dia berbalik menghadap laki-laki yang tengah tersenyum hangat dan penuh kasih sayang itu yang hanya ditujukan untuknya. Walaupun begitu, tampak sedikit raut ekspresi tidak suka yang terlihat di wajahnya. Meski laki-laki dihadapannya ini berusaha menutupinya, tetapi tetap saja ia tahu tentang perasaan laki-laki itu. Ia sudah terlalu hafal dengan setiap ekspresi dan gerak-gerik yang dikeluarkan oleh laki-laki tersebut. Untuk apa selama ini mereka bersama jika ia saja tak tahu bagaimana laki-laki dihadapannya ini.

“Cho Kyuhyun.. A-aku..”

“Ssssstt.. Aku tahu perasaanmu sayang..” Laki-laki yang bernama Cho Kyuhyun itu meletakkan jarinya didepan bibir mungil perempuan tersebut. Kyuhyun memeluk perempuan yang sangat dicintainya itu dengan penuh kehangatan.

“Kyu..”

“Hmm..”

“Kau tidak ingin masuk dan memberi selamat untuk Sungmin Oppa?” Tanya Jun Hee kepada Kyuhyun.

“Apa kau ingin melihat Sungmin hyung?” Kyuhyun balik bertanya.

“Aku ingin bersamamu, Kyu. Bagiamana denganmu?” Sebenarnya Jun Hee enggan untuk masuk. Ia merasa bahwa ia tidak akan sanggup mengucapkan selamat pada Sungmin. Tapi disisi lain, ia tidak ingin membuat laki-laki dihadapannya ini tidak bisa merasakan bahagia atas pernikahan hyungnya sendiri. Lebih baik ia menjawab seperti itu bukan? Jika Kyuhyun ingin masuk, ia akan mengikuti laki-laki itu. Meski entah apa yang akan terjadi di dalam sana.

Kyuhyun menghela nafas beratnya. Ia sadar akan jawaban gadis itu. Han Jun Hee tidak ingin melihat Lee Sungmin hari ini.

“Tidak. Sungmin hyung telah membuat gadisku menangis. Dan aku akan memberinya pelajaran karena telah membuat gadis yang ku cintai ini menangis.” Ucap Kyuhyun dengan nada menggoda.

“Ish kau ini!”

Pipi perempuan yang berada dalam pelukan kyuhyun itu memerah. Selalu seperti ini jika Kyuhyun menggodanya.

“Ayo kita pergi bersenang-senang. Aku ingin membuatmu kembali tersenyum.”

Mereka berbalik menuju letak mobil Kyuhyun yang terparkir. Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggang ramping gadis yang dicintainya itu. Dia selalu percaya, walaupun gadisnya mengagumi laki-laki lain, tapi cinta dan sayangnya tetap menjadi miliknya. Dan dia menerima Han Jun Hee dengan senang hati. Kyuhyun berjanji apapun yang akan terjadi, dia akan melindungi dan memberikan kasih sayangnya untuk gadis itu. Mereka berjalan diiringi senyum bahagia yang memancar di wajah mereka berdua.

“Cho Kyuhyun, A-aku mencintaimu..” ucap Jun Hee dengan malu-malu. Ia jarang sekali mengucapkan kata-kata itu di hadapan Cho Kyuhyun. Hubungan mereka memang seperti ini. Ia terlalu sering mengabaikan Kyuhyun hanya untuk kekagumannya terhadap Lee Sungmin.

“Aku juga mencintaimu, Han Jung Hee..”

Jung Hee kini tersadar, dalam dunia nyata dia telah memiliki Kyuhyun. Lelaki yang mencintainya dengan apa adanya selama setahun belakangan ini. Kyuhyun membuat hidupnya lebih bewarna dari pada kehidupan fangril yang dijalaninya. Ia terlalu mencintai Cho Kyuhyun. Dan dia tidak ingin kehilangan laki-laki tersebut.

Tapi kadang dia tidak sadar jika berdekatan dengan Sungmin. Apa ia menyukai kedua laki-laki itu?

Dia tak tahu. Dia merasa bahwa Sungmin hanyalah idola dan mimpinya. Sedangkan Kyuhyun merupakan cinta dan masa depannya. Dia tak ingin nantinya terpuruk dalam mimpi yang menyakitkan. Dia hanya ingin kebahagiaan bersama dengan orang yang dicintai dan juga mencintainya.

Kehidupan nyatanya kini telah terbuka dan menunggunya untuk menggali masa depan yang lebih luas. Hidup harus didasari dengan mimpi, tapi ingatlah satu hal, jangan terus menerus hidup di dalam mimpi yang hanya ada kata ‘seandainya’. Jun Hee harus menghargai apa yang ia punyai sekarang. Dan ia tak ingin kehilagan apa yang ia miliki.

???