[FANFICTION] Beacause I Love You!

10543849_790299684366107_752146221_n

Judul                         : Because I LOVE YOU !!

 

Cast               : – Kim Gweboon 

  – Lee Jinki

  – Park Jihyun

Ratting          : PG13

 

Author           : ~KyuLa

Twitter           : @deLaaCho_

Genre             : Sad, Romance, Gaje *yang lain tentukan sendiri xD

Ps                   : Typo adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan *pingsan * jadi hati-hati yaaa bila mata kalian sakit tiba-tiba karena membaca FF ini -_______-

Disclaimer    : this is 100% original FF. NO COPY and NO PLAGIAT !! FF ini milik saya.

Warning        : FF ini tidak menggunakan EYD yang jelas. Typo bertebaran dimana-mana. Banyak pengulangan kata karena author juga manusia dan masih belajar 😀

 

Please like before read and comment after read this. NO COPY !! NO PLAGIAT !! and NO BASH about anything. This is just a Fan Fiction not real. Jika ada kesamaan dengan FF lain, sewajarnya bukan salah author , but salah tangan author *plaakkk xD. Langsung aja cekidottt àà 

 

 

~Happy Reading~

 

‘…Bukankah dulu kita saling mencintai saat kita masih bersama? Bukankah dulu kita terbiasa merasakan sakit ini bersama?  Menganggap setiap luka satu sama lain sebagai milik kita sendiri…’

“Park Jihyun maukah kau menjadi Yeojachinguku? Maaf aku terlalu bodoh karena tidak bisa mengerti tentang perasaanmu kepadaku. Aku.. Aku sangat mencintaimu..”

Setelah 1 tahun memendam rasa cintanya kepada Jihyun, Minho pun akhirnya mengungkapkan perasaannya. Jihyun yang mendapat pernyataan tersebut secara tiba-tiba, ia pun mendadak menjadi gugup dan jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat. Ini adalah momen yang paling ditunggu oleh Jihyun hampir setahun ini. Ia hanya bisa mengangguk. Berat rasanya Jihyun untuk berkata “YA”. Minho pun melonjak kegirangan disamping Jihyun. Ya, siapa yang tidak bahagia jika mengutarakan pernyataan cinta kepada orang yang kita cintai diterima dan ternyata juga mencintaimu?

Terdengar suara tepuk tangan beberapa orang dibalik punggung Minho. Jihyun melihat semua sahabatnya berkumpul. Park Jonghyun, Lee Doghae, Park Jiyeon, Choi Suli, Kim Kibum termasuk juga Kim Gweboon–sahabat perempuan keduanya setelah kejadian lima tahun yang lalu.

“Selamat atas hubungan kalian.” Teriak mereka serempak. Jihyun terlihat berkaca-kaca dan merasa bahagia atas perlakuan sahabatnya dan juga tentunya Minho.

Tanpa mereka sadari, kini seorang namja berdiri dibalik pohon yang tidak jauh dari tempat Minho mengutarakan perasaannya kepada Jihyun. Tangannya mengepal keras dan tubuhnya pun menegang setelah melihat kejadian yang bagi namja itu pun adalah kebahagiaan yang mengerikan.

‘Secepat itukah kau melupakanku Park Jihyun? Apa aku tidak begitu pentingkah bagimu?’  Gumam namja itu. Ia pun berbalik meninggalkan tempat itu dengan membawa kesedihan.

Maafkan aku Jihyun-ah jika setelah ini aku menyakiti perasaanmu. Aku hanya ingin kau menatap ku kembali. Hanya mentapku!

********

‘…Hatiku, tangisku, kenanganku tentangmu. Setetes demi setetes jatuh di dadaku. Walaupun aku menangis dan menangis, Kenangan kenangan itu tidak akan terhapus. Dan hari ini sekali lagi Hatiku menangis..’

-Gweboon Pov-

“Yak Lee Jinki lepaskan aku! Kenapa kau menculikku?” teriakku kepada Jinki yang berada satu meter dihadapanku. Yah, meskipun terhalang dengan kerangkeng besi sialan ini.

“Ssssttt.. Diam saja disitu!!”

Diam katanya? Yaaaa! Apa kau tidak tau betapa pentingkah diriku jika aku tidak berada di dalam rumah sebelum jam sembilan malam? Kibum Oppa pasti mengkhawatirkanku. Itu pasti karena aku adalah adik sekaligus saudara kembar yang paling disayanginya. Ya, Kibum Oppa adalah saudara kembarku. Ia lahir lebih dahulu dariku. Jika saja aku lahir lebih dulu dari Kibum Oppa, mungkin ia tidak akan bisa mengatur kehidupanku dengan peraturan ini itu. Oh ya aku lupa kalau aku sedang diculik oleh Lee Jinki. Lee Jinki sialan! Dia adalah salah satu namja tampan yang berada di kampusku. Sifatnya yang dingin, egois dan keras kepala menyebabkan dia tidak mempunyai teman sama sekali. Dan menurut gosip yang beredar, dia adalah namja yang kejam yang bisa melakukan apapun untuk mewujudkan keinginannya. Ya Tuhan, tolong keluarkan aku dari sini. Aku tidak ingin monster gila ini memenjarakanku di tempat yang sangat mengerikan.

“Kenapa kau melamun?”

“Eh, tidak apa-apa..”

“Sebentar lagi akan ada yang menjemputmu. Jadi jangan mencoba untuk kabur!”

Oh tentu saja tidak Lee Jinki. Aku tau aku adalah orang yang sangat penting, jadi akan dipastikan ada orang yang akan mencariku.

-Gweboon Pov end-

Setelah menemui dan memastikan Gweboon baik-baik saja, Lee Jinki mendapat kabar dari pengawalnya bahwa ada dua orang namja yang ingin bertemu dengannya. Ia tahu dengan pasti dua orang yang mencarinya itu.

“Lepaskan Gweboon! Dia tidak ada hubungannya dengan ini Jinki-ah..”

“Kau tidak membawa Park Jihyun, Lee Donghae? Jangan harap aku akan mengembalikan Gweboon kepadamu!!”

“Yak Kau! Kembalikan adik ku Jinki-ah.. Aku mohon tolong jangan gunakan Gweboon untuk menarik Jihyun untuk menemuimu. Usahamu ini akan sia-sia. Jihyun tidak ingin bertemu denganmu! Apa kau lupa dengan janji itu hah?”

Kibum yang sudah tidak bisa menahan amarahnya kepada mantan sahabatnya itu pun berteriak keras kepada Jinki. Donghae yang berada di sampingnya mencoba menenangkan Minhyuk agar pikirannya kembali tenang. Sedangkan wajah Jinki tiba-tiba mengeras setelah mendengar kata ‘janji’ dari mulut Kibum.

“Aku tidak akan melepaskan Gweboon jika Jihyun tidak datang ke tempat ini.”

Jinki berbalik meninggalkan Donghae dan Kibum di pelataran gedung kotor dan tidak berpenghuni berlantai dua yang dijadikan Jinki untuk menculik Gweboon. Donghae dan Kibum hanya bisa menghembuskan nafas berat dengan sifat Jinki yang sangat keras kepala.

Maafkan aku. Jika kejadian itu tidak pernah terjadi, aku tidak akan melakukan ini terhadap kalian. Dan aku hanya ingin bertemu Jihyun walaupun hanya sekali.

Di sisi lain, Jihyun terus merasa khawatir dan berjalan kesana kemari di ruang keluarga yang berada dalam rumah Kim Kibum. Ia bingung. Apa ia harus menemui Jinki kembali? Apa ia sudah siap bertatap muka dengan Lee Jinki? Hanya mendengar nama Lee Jinki saja tubuhnya sudah menegang, apalagi bertatap muka dengan Jinki? Tapi nyawa sahabat sekaligus malaikat penolongnya berada ditangannya.

“Tenanglah sayang, Gweboon pasti akan baik-baik saja..”

“Tapi aku tidak bisa membuat Gweboon menderita seperti ini. Kau pasti tahu seberapa penting Gweboon untuk ku Minho Oppa..”

“Ya aku tahu. Sangat tahu. Aku, jonghyun, sulli dan jiyeon juga mengkhawatirkannya. Tapi bisakah kau duduk dan berfikir tenang? Aku juga mengkhawatirkanmu. Sedari pagi kau belum makan sama sekali sayang. Tolong jangan buat dirimu menjadi sakit. Donghae dan Kibum pasti akan membawa Gweboon pulang. Percayalah..”

Kata-kata lembut dari Minho bisa membuat hati Jihyun menjadi tenang. Jihyun pun menuruti permintaan Minho–duduk disamping Minho. Jiyeon, sulli, dan Jonghyun bingung. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Jihyun menganggap Gweboon sebagai  malaikat penolongnya? Dan mengapa hanya Jihyun yang bisa membebaskan Gweboon? Jihyun yang mengerti ekspresi wajah sahabat-sahabatnya pun menghela nafas berat. Mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk menceritakan kejadian lima tahun yang lalu.

“Mianhae aku menyembunyikan ini dari kalian, yang jelas setelah kejadian lima tahun yang lalu hidupku serasa mati rasa. Bahkan jika Tuhan mencabut nyawaku saat itu juga aku sangat menerimanya. Hingga suatu saat Gweboon datang dari London dan Kibum mengenalkannya kepadaku, aku merasa saat itu duniaku mulai berubah. Sebelum kedatangan Gweboon aku sempat ingin bunuh diri dan mengira kenapa aku dilahirkan di dunia jika harus tersakiti. Aku dan juga Donghae tidak mengetahui bahwa Kibum mempunyai saudara kembar yang sangat cantik dan juga ceria. Sifat cerianya itulah yang bisa membuat kehidupanku hidup kembali.”

“Kejadian lima tahun yang lalu? Tolong ceritakan kepada kami Jihyun-ah..” seru Jiyeon. Jihyun masih ragu apakah ia bisa menceritakan kejadian lima tahun yang lalu atau tidak.

“Aku.. Aku..”

“Tidak usah memaksanya Jihyun-ah. Jika kau memang belum siap untuk menceritakannya kepada kami, kami siap untuk menunggumu..” ucap Jonghyun penuh pengerti dan ditambah dengan anggukan dari Sulli.

“Aku akan menemui Jinki dan membebaskan Gweboon” seru Jihyun.

“Apa kau yakin?” Tanya Sulli kepada Jihyun. Tampak wajah Jihyun yang masih ragu. Tapi dia harus yakin. Bukankah ini adalah salah satu cara agar bisa membebaskan Gweboon. Ya, dia harus sangat yakin.

“Ya, aku sangat yakin. Jonghyun, kau tahu tempat dimana Gweboon diculik bukan? Antarkan aku ke sana.”

“Aku ikut. Aku akan menemanimu.” Ucap Minho dan dijawab anggukan dari Jihyun.

********

Dan di sinilah Jihyun sekarang–di sebuah ruangan kecil dalam keadaan hening dan sepi. Di depannya kini terihat seorang namja yang tampak angkuh dengan sifat keras kepalanya. Siapa lagi kalau bukan Lee Jinki? Jinki hanya memperbolehkan Jihyun untuk masuk ke dalam ruangannya dan berbicara empat mata dengannya. Sedangkan yang lain berada di luar ruangan dengan keadaan amat-amat cemas.

“Lepaskan Gweboon sekarang juga Lee Jinki!!”

“Apa selama ini kau baik-baik saja?”

“Aku bilang lepaskan Gweboon!!”

“Kau tumbuh menjadi seorang yeoja yang sangat cantik Park Jihyun..”

“Lee Jinki jangan mencoba mengalihkan pembicaraan. Aku mohon lepaskan Gweboon. Dia tidak ada hubungannya dengan ini. Aku sudah melupakan kejadian itu. Jadi, tolong jangan terus menerus mengharapkanku. Aku sudah memiliki Minho yang akan menjagaku. Carilah yeoja yang lain yang lebih pantas dariku untuk mendapatkan perlakuan cinta darimu. Aku yakin suatu saat kau pasti bisa melepaskanku. Aku bukan anak kecil lagi yang berlindung di bawah kebaikanmu..”

Jinki hanya bisa mendengarkan perkataan Jihyun dalam diam. Pikirannya bercampur aduk. Antara melepaskan Jihyun untuk namja lain atau tidak. Tapi yang sekarang dilakukannya adalah memerintahkan pengawal kepercayaannya untuk membawa Gweboon ke dalam ruangan tersebut.

Jihyun tahu sebenarnya Jinki adalah namja yang baik. Tapi keadaan lingkungannya lah yang membuat namja itu mempunyai sifat keras kepala dan egois. Dia adalah anak tunggal pewaris Lee Cooperation. Perusahaan yang merajai Korea Selatan. Bahkan cabangnya sudah menyebar di seluruh penjuru dunia.

“Jinhyun-ah…” teriak Gweboon yang kini terlihat berada di samping pintu keluar dalam ruangan itu. Jihyun pun menghampiri sahabatnya itu. Mereka berpelukan menyalurkan kerinduan dan kelegaan yang dirasakan keduanya. Jinki berbalik pergi meninggalkan Jihyun dan Gweboon di ruangan itu. Tapi tiba-tiba Jinki mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. Dia berbalik lagi.

“Terima kasih atas kebaikanmu. Aku harap kau melepaskanku. Aku ingin kita menjadi sahabat seperti dulu lagi. Jadi, carilah yeoja yang pantas untukmu. Aku yakin kau pasti bisa..”

Seandainya kau tahu Park Jihyun, aku melakukan ini untuk melindungimu.

********

“Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Lee Jinki bisa menculikku? Dan kenapa Kibum Oppa juga sangat membencinya?” Tanya Gweboon kepada semua orang yang berada di dalam ruang keluarga rumahnya. Setelah ia terbebas dari penjara besi mengerikan itu, ia langsung di bawa pulang oleh Oppa nya. Sepanjang jalan dia terus penasaran dan baru waktu ini lah yang tepat untuk menanyakannya.

Hening. Tidak ada orang yang menjawab pertanyaan dari Gweboon. Gweboon yang sudah kesal sejak berada di dalam mobil dan karena tidak ada yang menjawab pun akhirnya memaksa Donghae untuk menceritakannya. Selama ini hanya Donghae lah yang bisa mengerti situasi apa pun tentang perasaannya.

“Yak Lee Donghae ceritakan kepadaku!!”

“Dari kecil aku, Jihyun, Kibum dan juga Jinki sudah menjadi sahabat. Bahkan banyak orang yang bilang kita adalah empat serangkai sahabat yang sulit dipisahkan.”

“A-Apa? Aku tidak yakin itu bisa terjadi..”

“Itu benar boon-ah, kami memang bersahabat. Tapi sejak kejadian itu kita memutuskan untuk menjalani kehidupan kita sendiri. Hingga Kibum mengetahui bahwa hidup Jihyun sangat mengkhawatirkan, aku dan Kibum tidak bisa meninggalkan Jihyun begitu saja. Dan kau juga tahu bukan kalau Kibum tidak bisa melihat seorang yeoja tersakiti hingga ia memutuskan untuk membenci Jinki dan membawamu pulang ke Korea..”

“Bagaimana itu bisa terjadi?”

“Aku yang akan menceritakannya Donghae-ah.. Biarkan Gweboon mengetahui dari mulutku sendiri..” ucap Jihyun memotong pembicaraan Donghae. Doghae hanya bisa mengangguk mengiyakan.

-FLASHBACK-

“Park Jihyun apa yang kau lakukan hah? Kenapa kau menghancurkan hidupku? Apa salahku Jinyun-ah?”

“Tunggu! Aku tidak mengerti apa yang kau katakatan Minzi-ya..”

“Jangan berpura-pura bodoh Park Jihyun! Aku tau kau putri keluarga Park yang sangat kaya raya. Tapi bisakah kau tidak membuat Appa ku dipecat dari pekerjaannya? Tidak hanya itu, kau juga membuatku pindah dari Kirin..”

“Aku benar-benar tidak mengerti Minzi-ya..”

Jihyun mencoba menenangan sahabatnya itu dengan menggenggam erat tangan kanan Minzi. Namun Minzi menolak dan mendorong Jihyun menjauh darinya.

“CUKUP!! Jangan berpura-pura lagi dihadapanku! AKU MEMBENCIMU PARK JIHYUN!”

Minzi meninggalkan Jihyun yang terpaku ditempatnya berdiri. Ia bingung. Ya, pasti ada alasan mengapa Minzi membencinya. Padahal seingat Jihyun, dia tidak pernah melakukan hal konyol apapun kepada Minzi. Seperti mendapat ide cemerlang, Jihyun segera beranjak dari tempatnya setelah mendapat jawaban atas kebencian Minzi. Ia pun pergi menuju ke salah satu ruang kelas yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.

“Lee Jinki. KAU!!” gumam Jihyun dalam hati.

Jihyun mendorong pintu ruang kelas Jinki dengan dorongan yang sangat kuat sehingga menyebabkan pintu itu terbuka dengan suara yang keras. Ia pun mengahampiri Jinki yang duduk berada di tempat duduknya.

PLAAKK!!

Semua orang yang berada di ruangan itu terkejut. Jihyun menampar Lee Jinki? Apa yang terjadi? Menurut gosip bukankah Lee Jinki dan Park Jihyun adalah sepasang kekasih? Kejadian Jihyun menampar Jinki membuat murid yang lain menjadi penasaran.

“Apa yang kau lakukan kepada Minzi? Kenapa kau melakukannya?”

“Kenapa kau menuduhku Jihyun-ah?”

“Jangan berpura-pura lagi Lee Jinki. Selama ini kau kira aku tidak mengetahui apa yang kau lakukan kepadaku hah? Kau selalu membuat orang disekitarku menjahuiku. Hingga kau merasa hanya kau lah yang berhak atas kehidupanku. Selama ini aku sudah bersabar dengan sifatmu itu. Aku bukan bonekamu Lee Jinki!”

Jihyun mulai terisak. Air matanya tidak terbendung lagi. Donghae dan Kibum sudah berada di dekat Jihyun. Kibum memeluk Jihyun untuk menenangkan perasaannya.

“Dengarkan penjelasanku dulu Jihyun-ah..”

“TIDAK!! Aku tidak ingin mendengarkan apa pun darimu!!”

“Tapi..” ucapan Jinki berhenti. Tidak mungkin ia membicarakan hal yang sebenarnya terjadi di sini. Terlalu banyak pasang mata yang melihat.

“Jika kau menyayangiku, aku ingin kau bejanji padaku. Jangan pernah menemuiku sebelum aku yang memintamu untuk menemuiku terlebih dahulu. Aku membencimu Lee Jinki!!”

“Jihyun-ah..”

“Kibum -ah.. Donghae-ah.. Tolong bawa aku pergi dari sini..”

Jangan pergi meninggalkanku Park Jihyun. Aku mohon!

-FLASHBACK END-

Gweboon hanya mengangguk mendengar cerita yang keluar dari mulut Jihyun. Sekarang ia tahu jelas apa alasan dari semua pertanyaan yang berada di dalam otaknya. Tapi melihat wajah Jinki tadi, Gweboon merasa ada hal aneh. Jinki tampak menyembunyikan sesuatu dari Jihyun.

“Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk Jihyun.” Gumam  Gweboon dalam hatinya.

********

“Tetap disitu dan dengarkan baik-baik. Lee Jinki-ssi, aku mencintaimu. Jadilah namjachinguku!”

Jinki hanya diam. Ia bingung dengan penyataan cinta dari Park Gweboon–sahabat dekat Jihyun yang pernah ingin ia lukai demi untuk bertemu Jihyun. Tapi perkataan Jihyun kemarin cukup menyadarkan sifat buruknya selama ini. Ya, dia harus bisa melepaskan Jihyun jika ingin membiarkan Jihyun hidup bahagia.

“Walaupun kau tidak memberikan aku jawaban, aku akan tetap menunggu. Ku mohon Jinki-ah, berikan aku sedikit waktu saja untuk membuatmu jatuh cinta padaku.”

“Aku tidak yakin kau mencintaiku..”

“Aku benar-benar mencintaimu! SUNGGUH!!”

Melihat kesungguhan dari wajah cantik Kim Gweboon, hati Jinki menjadi tersentuh. Apa dengan cara ini ia bisa melepaskan Jihyun? Mencoba dulu apa salahnya bukan?

“Nde, jika kau menang dalam permainanku. Permainannya sangat sederhana. Kita akan berkencan. Kalau aku bilang aku senang, aku akan menerimamu.”

“APA?? BERKENCAN??”

“Nde.. Wae?”

“Secepat itukah?”

“Ya.. Dan sekarang pergilah dari hadapanku. Fikirkan rencana apapun agar besok kau bisa membuatku terlihat senang..”

“Oh.. Arraseo..”

Gweboon pergi dari hadapan Jinki dengan senyum gembiranya. Siapa sangka ide gila yang dipikirkannya semalaman akan membuahkan hasil yang sangat menyenangkan seperti ini? Sekarang yang perlu dilakukan Gweboon adalah membuat Lee Jinki senang. Hanya itu. Kim Gweboon pasti bisa!

********

Dan hari inilah hari yang ditunggu oleh Gweboon–berkencan dengan Lee Jinki. Dia hanya menggunakan dress selutut berwarna merah dipadukan cardigan berwarna hitam dan juga syal berwarna ungu kesukaannya. Menggunakan High Heels bukanlah tipe Gweboon. Tapi hari ini dia memaksa menggunakannya agar terlihat sempurna di mata Jinki.

-Gweboon Pov-

Sudah hampir setengah jam aku menunggu Jinki di dalam kafe tempat perjanjian aku bertemu dengannya. Kemana orang itu?

“Maaf membuatmu menunggu lama. Sepertinya kau terlihat tidak senang..”

Ya.. SANGAT!!

“Tidak. Tidak! Good Morning, baby. Untuk memulai kencan kita hari ini bagaimana kalau kita menonton?”

“Tidak! Ini masih terlalu pagi untuk menonton.”

“Bagiaman dengan Seaworld?”

“Aku sudah berulang kali melihat pemandangan bawah laut. Jadi sangat membosankan..”

“Kalau begitu bagaimana dengan taman bermain? Kita bisa pergi ke Lotte world..”

“Ide yang bagus. Tapi bagaimana kalau kita berjalan dulu saja. Mungkin nanti kita bisa mendapatkan tempat yang bagus..”

Yak Lee Jinki, KAU! DASAR MENYEBALKAN!

“Apa? Ada apa? Mungkin aku akan pulang saja. Kalau kau membuang waktuku, akan aku pastikan kau mendapat balasannya..”

Aku hanya diam mendengar ocehan dari mulut monster di hadapanku ini. Apa dia tidak pernah berkencan?

“Seharusnya kau pulang saja. Kau tak benar-bear menyukaiku, bukan?” ucap Jinki tiba-tiba.

“Aku benar-benar menyukaimu!” dia memulai perdebatan lagi.

“Kalau begitu buktikan kepadaku!”

GAWAT! Apa yang harus ku lakukan? Aku berfikir dengan keras mencoba mencari ide untuk membuktikan bahwa ucapanku memang benar.

“Bagaimana jika kau yang mengusulkan bagaimana aku harus membuktikannya.” Mungkin ini cara yang terbaik. Semoga dia tidak meminta permintaan yang membuatku susah.

“Apa kau bisa memetik bunga yang berada di samping patung itu untukku dalam waktu 10 menit?” pintanya sambil menunjukkan lokasi patung yang terlihat agak jauh dari tempat kami beridiri.

Apa dia gila? Dalam waktu 10 menit? Bahkan aku sekarang memakai high heels Lee Jinki!

“Ya, aku akan melakukannya. Tunggu di sini.”

-Gweboon Pov End-

Kim Gweboon benar-benar melakukannya. Di sinilah dia sekarang–duduk terengah-engah disamping jinki sambil menggusap tumit dan jari kakinya yang lecet akibat berlari menggukan high heels. Gweboon berlari sangat cepat tadi dan kembali membawakan bunga permintaan Lee Jinki.

“Kenapa kau mau melakukan ini untukku?”

“Aku sangat menyayangi sahabat-sahabatku. Aku ingin kita berteman selamanya. Jadi ku mohon, aku tidak mau kau memisahkan mereka. Itu sebabnya aku memutuskan untuk melakukan sesuatu. Aku sudah memikirkannya, jika kau mempunyai yeojachingu, kau tidak akan berbuat buruk lagi.”

“Sudah cukup! Jangan berbicara lagi.”

‘Hey! Aku sudah mengarahkan semua tenagaku untuk berbicara kepadanya. Tapi dia tidak pernah bilang kalau dia sedang senang. Aku harus membuat dia mengucapkan kata itu.’ Gumam Jihyun dalam hati di sela-sela kegiatannya mengusap lukanya.

“Aku lapar..” teriak Jinki tiba-tiba.

Gweboon membuka tas slempangnya dan mengambil bekal yang disiapkannya dari rumah. Gweboon selalu membawa bekal disaat ia ingin pergi ke suatu tempat. Ia pun memberikan bekal itu untuk Jinki. Jinki terheran dengan sikap Gweboon. Terkadang dia terlihat kekanak-kanakan.

“Ini untuk ku?”

“Ya.. Makanlah..”

“Kalau begitu ini untukmu..” Jinki memberi Gweboon sebatang coklat yang selalu dibawanya. Gweboon terkejut melihat sikap Jinki yang berubah lembut kepadanya. Gweboon yang diberi coklat dari Jinki pun langsung memakannya dengan lahap. Ia juga kelaparan tadi sehabis berlarian hanya untuk mengambil bunga untuk Jinki.

“Apa kau tidak diet? Biasanya gadis-gadis ingin terlihat cantik untuk namjachingunya..”

Gweboon tersedak. Ucapan Jinki benar-benar menohok Gweboon. Gweboon tidaak memperdulikan Jinki dan tetap melanjutkan makannya dan menikmati udara siang hari yang sejuk ini. Tanpa Gweboon sadari, Jinki terlihat menyunggingkan seuntai senyum yang melihat tingkah laku Kim Gweboon. Mungkin itu adalah pertanda bahwa Jinki mampu membuka hati untuk Gweboon.

“Baik, terus apa lagi?”

“Aku ingin menunjukkan suatu tempat kepadamu. Kajja kita pergi..”

Tanpa sadar Gweboon menarik tangan Jinki untuk membawanya berjalan bersama. Jinki yang sadar segera menarik pergelangan tangannya dari tangan Gweboon.

“Aku bisa berjalan sendiri..”

‘Dia memang menyebalkan, tapi dia juga sangat aneh.’ Gumam Gweboon dalam hati.

Mereka berjalan menelusuri pertokoaan di sepanjang jalan daerah Myeongdong. Tapi nasib buruk menimpa Gweboon. Dia melihat Oppa nya dan juga Donghae sedang berbelanja di salah satu toko di dekat mereka berdiri. Gweboon gugup. Ia tidak mungkin bisa muncul dihadapan Oppa nya dengan membawa serta Jinki.

“Gweboon-ah..”  teriak Jinki dari belakang. Gweboon dan juga Jinki pun berbalik dan melihat Kibum serta Donghae berdiri dihadapannya dengan wajah seramnya.

‘Oh Tuhan, tamatlah riwayatku..’ seru Gweboon dalam hati.

“Tunggu!! Apa yang kau lakukan? Kau apakan Gweboon?” Tanya Kibum kepada Jinki disertai dengan tatapan tajamnya untuk Jinki.

“Hm.. Aku sedang bosan sehingga aku memaksanya ikut denganku.. Sepertinya aku bisa memanfaatkan dia. Tapi dia membosankan jadi aku bermaksud meninggalkannya..”

‘Mengapa dia berbohong seperti itu? Dia bersikap seperti orang yang jahat. Dasar menyebalkan!’ gumam Gweboon. Gweboon yang sudah tidak tahan terhadap sifat Jinki itupun lalu mengambil keputusannya sendiri. Ia menghampiri Jinki dan memeluk tubuh Jinki dari belakang.

“Kalian lihat? Kami sedang berkencan. Jadi kalian jangan mengganggu kencan kami..”

Kibum dan Donghae hanya bisa ternganga mendengar ucapan yang kelaur dari mulut Kim Gweboon. Bukan hanya Kibum dan Donghae saja yang terkejut, Jinki pun juga ikut terkejut dengan ucapan Gweboon yang sangat berani.

“Ayo kita pergi dari sini..” Gweboon menarik tangan Jinki meninggalkan Kibum dan juga Donghae. Ia pun kembali pada niat awalnya untuk memberitahu suatu tempat yang ingin ditunjukkannya kepada Jinki.

********

-Gweboon Pov-

“Kau ini bodoh sekali. Kau mau menjadi yeojachinguku hanya karena jihyun, bukan? Aku tidak akan berbuat apa-apa. Aku tidak bisa..”

Aku tahu sekarang, dia tidak akan menyusahkan Jihyun karena dia mencintainya.

“Kau tidak perlu melakukan apa-apa. Kau tidak perlu berkencan denganku lagi. Jadi, cepatlah pulang. Hari sudah semakin sore..”

Dari raut wajahnya aku yakin dia pasti sangat sedih.

“Tunggu disini!!”

Aku pun berlari meninggalkan Jinki sendiri. Wajahnya terlihat tampak lelah dengan kehidupan yang dijalaninya. Tunggu aku, Lee Jinki. Akan aku berikan sesuatu special untukmu..

Aku berlari menuju ke salah satu bangunan tua di daerah tersebut. Sebenarnya aku sudah merencanakan ini. Tapi aku takut jika Jinki tidak menyukainya. Mungkin ini terlihat ke kanak-kanakan, tapi berusaha melakukan yang terbaik apa salahnya bukan?

Aku kembali menghampiri Jinki sambil membawa balon di kedua tanganku. Aku memberikan Jinki salah satu balon yang berwarna hijau. Ia tampak kebingungan. Tapi aku memaksanya untuk menerimanya. Jika saja sekarang aku tidak sedang keadaan serius mungkin aku sudah tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajahnya.

“Dalam hitungan ke tiga, tolong lepaskan balon itu. Aku juga akan melepas balonku. Siap.. Hana. Dul. Set!”

Kamipun melepaskan balon itu bersama. Tampak dari balik pohon besar, segerombolan balon berwarna-warni terbang menuju langit biru yang sangat cerah menambah keindahan. Di bawah balon tersebut terdapat tulisan ‘KAU YANG TERBAIK LEE JINKI-SSI. SARANGHAE.’ Aku melihat Jinki tersenyum lembut kepadaku. Apa aku tidak bermimpi? Dia tersenyum? Oh Tuhan.. Aku akui dia memang sangat tampan. Aku pun membalas senyumannya itu. Kami melihat segerombolan balon itu terbang bersama.

Kau bersifat seperti orang yang sangat jahat itu karena kau tidak mau mereka memikirkanmu. Tapi kalau begitu siapa yang akan memikirkanmu?

Yang bisa aku lakukan adalah membuatmu merasa tenang dengan cara seperti ini. Membuatmu tersenyum dan menghilangkan beban yang kau tanggung.

“boleh aku bertanya kepadamu? Apa kau senang?”

“Mmm.. Ani..”

“Aku anggap permainan ini belum berakhir..”

-Gweboon pov end-

“Jihyun salah paham terhadapku.. Aku tidak ingin bermaksud menyakitinya.. ” ucap Jinki tiba-tiba.

Gweboon terkejut dengan ucapan Jinki. Selama ini firasatnya memang benar bahwa Jinki menyembunyikan sesuatu dari Jihyun. Gweboon menatap Jinki dengan seksama. Ia ingin mengetahui cerita sesungguhnya dari Jinki.

“Memang benar aku yang melakukan itu semua kepada Park Minzi. Jihyun adalah sebagian kebahagiaan dalam diriku. Aku tidak ingin dia tahu bahwa dia dikhinati..”

“Jadi…”

“Ya, Minzi menghianati ketulusan hati Jihyun. Aku mendengarnya dengan kedua telingaku sendiri. Bahkan aku juga mempunyai rekaman pembicaraannya tentang mengkhianati Jihyun itu. Aku berbohong karena aku tidak ingin ada yang tersakiti..”

“Semua orang pasti punya masa lalu yang menyedihkan. Aku berharap kau bisa melupakan masa lalu burukmu dan mencoba untuk bangkit kembali. Aku tahu kau orang yang sangat baik Lee Jinki..” Jinki tersenyum membalas ucapan yang keluar dari mulut Gweboon.

Kau memang gadis yang sangat unik, Kim Gweboon.

********

Setelah acara kencan dadakannya bersama Jinki, Gweboon pulang dengan disambut pertanyaan seperti interogasi dari sahabatnya dan juga tentunya Kibum. Ia pun dengan sabar membalas satu per satu pertanyaan-pertanyaannya itu. Ia juga menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.

“Aku sudah bertekad untuk membuatnya jatuh cinta padaku. Kumohon Jihyun-ah, Kibum Oppa, Donghae Oppa izinkan aku untuk melakukannya.”

“Tapi..”

“Aku tidak akan menyerah. Aku tetap tidak bisa membiarkannya pergi. Ya, aku pasti bisa membuatnya jatuh cinta padaku. Meski pedih, berat dan membuatku sangat terluka, aku tetap mencintainya. No one can destroy the power of Love.”

“Aku akan membantumu dengan cara apapun untuk membuat Jinki juga jatuh cinta kepadamu..” ucap Kibum penuh dengan ketulusan seorang kakak.

*********

‘…Saat ini aku benar-benar bahagia. Aku benar-benar berterimakasih karena kau datang padaku. Kau adalah seseorang yang memberikan segalanya kepadaku…’

“Yak kau Lee Jinki-ssi!! Aku hanya ingin memberitahumu sesuatu. Hari ini adik ku akan pergi ke London untuk melanjutkan study nya di sana. Dia tidak akan kembali ke korea lagi..” teriak Kibum di koridor kampus.

Tubuh Jinki menegang. A-apa? Gweboon akan pergi meninggalkan Korea? Ini tidak boleh terjadi.

“Pesawatnya akan berangkat hari ini jam empat sore. Jika kau memang menyukai adik ku, jangan biarkan dia pergi dari sisimu..”

“Aku tahu itu sulit untuk diungkapkan. Tapi sebagai pria, kau harus berani dan mengatakannya. Sebelum kau menyesalinya.” Sambung Donghae. Donghae pun menghampiri Jinki dan lalu menepuk pundak Jinki pelan.

********

Jinki melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju Bandara Incheon untuk menyusul Gweboon dan mencegahnya untuk pergi. Ia butuh Kim Gweboon berada di sisinya.

Seluruh koridor telah Jinki telusuri tapi tak kunjung menemukan Gweboon. Setelah akhirnya lelah mencari, Jinki melihat tubuh yeoja yang sudang duduk sendiri di ruang tunggu yang sangat dikenalinya. Ya, itu Kim Gweboon. Tanpa basa-basi lagi Jinki pun langsung mengahampiri Gweboon dan langsung memeluknya.

“Boon-ah, aku mohon jangan pergi selamanya dari Korea. A-aku mencintaimu.. Saranghae Kim Gweboon..”  Gweboon melepaskan pelukan erat Lee Jinki. Ia bingung dengan ucapan Jinki. Meninggalkan korea? Selamanya? Itu tidak mungkin bodoh!

“Jinki Oppa, aku hanya pergi ke London selama 2 minggu, bukan untuk selamanya. Eomma yang menyuruhku agar aku menemaninya karena Appa sedang dinas di luar kota..”

“A-apa? Jadi Kibum membohongiku? Aish sialan Kim Kibum!”

“Apa benar Oppa mencintaiku?”

“Mmm.. Nde jeongmal saranghae.. Apa kau mau menjadi yeojachinguku?”

“Aku akan menjawabnya setelah pulang dari London nanti. Sekarang biarkan aku menuju ke pesawatku Oppa..”

“Ya.. Kau tidak boleh seenaknya meninggalkan pertanyaanku..”

Ucapan Jinki tidak di dengarkan oleh Gweboon. Gweboon tetap berjalan menuju pintu keberangkatan dengan menahan senyum geli atas sifat Jinki. Ia pun berbalik mengucapkan sesuatu kepada Jinki.

“Aku juga mencintaimu Oppa.. Tunggu aku dua minggu lagi..” teriak Gwebon. Ia pun mendapat lambaian dan balasan dari Jinki.

*********

-Dua Minggu Kemudian-

Dan di sinilah Jinki sekarang–berdiri membawa banner bertuliskan ‘KIM GWEBOON’ dengan gaya stylenya yang sangat keren. Bahkan orang-orang yang berada di sekitar Jinki pun terkagum-kagum atas ketampanan Jinki.

“Harusnya dia sudah sampai sekarang. Kenapa dia tidak muncul juga?”

Jinki menunggu kedatangan Gweboon seperti orang bodoh. Mondar-mandir sambil gugup. Ya, setelah mengungkapkan perasaannya kepada Gweboon, Jinki menjadi pemalu untuk bertemu Gweboon. Setelah menunggu cukup lama, akhirnya pun batang hidung Kim Gweboon muncul.

“Yaaa… Kim Gweboon!”

Gweboon yang merasa dipanggil pun menoleh kepada orang yang memanggilnya itu.

PLETAKK!!

“Yak Oppa kenapa kau menjitakku? Appo..”

“Itu balasan karena kau membuatku menunggu terlalu lama.. Kajja kita pulang..”

Di sepanjang jalan Jinki terus menggenggam tangan erat Gweboon. Ia tidak ingin yeoja yang dicintainya itu pergi lagi dari sisinya.

“Oppa, boleh aku bertanya sesuatu..”

“Tentu sayang..”

“Kenapa Oppa mencintaiku?”

“Aku mencintaimu bukan “Karena” tapi “Meskipun”. Meskipun kamu tidak memperdulikanku, meskipun kamu tak membalas cintaku. Dan aku mencintaimu karna aku meyakini didalam hatimu selalu tersimpan kebahagiaan untukku.”

“Jeongmal? Tapi kenapa Oppa tidak merindukanku?”

“Dasar bodoh, aku merindukanmu karena aku juga mencintaimu. Masa lalu adalah sejarah, masa depan adalah misteri, hari ini adalah anugerah. Itulah mengapa hari ini disebut sekarang. Dan sekarang kau yang mendampingi hidupku..”

Gweboon hanya bisa tersenyum tulus kepada Jinki. Ia sangat syukur bisa membuat Jinki jatuh cinta kepadanya.

‘Terima kasih Tuhan, Engkau telah mengabulkan permintaanku’ gumam Gweboon dalam hati. Ia pun mengerat genggaman tangannya yang berada di tangan Jinki.

‘..Hanya aku pria yang dapat selalu tinggal disisimu dan memegang tanganmu. Bagiku kau sesuatu yang penting. Aku sangat takut kau meninggalkanku. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku..’

-END-

Iklan

[INTRO] MonicaKyu

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Annyeong 😀

Perkenalkan aku Owner di sini ^^

SELAMAT BERGABUNG DI MONITA’s ISLAND 😀

Ini adalah biodataku 🙂

Nama Lengkap : Fradella Reformeia Monica

Panggilan : Dela

Nama Pena : MonicaKyu

TTL : Pati, 20 Mei 1998

Facebook : Dela Reformeia M.

Twitter : @deLaacho_

Instagram : delaacho_

Oh ya, yang mau request Cover Fanfiction bisa inbox ke aku 🙂

Insya Allah bakal aku kablin 😀

Kalo mau FF nya di pos di wp ini bisa email ke delamonica495@yahoo.com dalam bentuk file ya 🙂

TERIMA KASIH karena telah mengunjungi WordPress kami 🙂

-MonicaKyu-

[FANFICTION] Mianhae

1466267_457689477682150_627322083_n

Judul     : Mianhae

 

Cast       :

1. Lee Hyuk Jae (Eunhyuk)

2. Park Min Zi (Minzi)

3. Other Cast

 

Support Cast :

1. Park Min Ra (Min Ra)

2. Park Jong Woo (Jong Woo)

 

Ratting : Semua Umur  ^_^ xD

 

Author  : Fradella Reformeia Monica (MonicaKyu)

 

Twitter : @deLaaCho_

 

Genre   : Romance, Gaje *yang lain tentukan sendiri xD

 

Length : 3.185 Words

 

Ps : Typo adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan *pingsan *jadi hati-hati yaaa bila mata kalian sakit tiba-tiba karena membaca FF ini -_______-

 

Disclaimer  : this is 100% original FF. NO COPY and NO PLAGIAT !! FF ini milik saya. Suju milik ELF, But Kyuhyun is Mine 😀

 

Warning  : FF ini tidak menggunakan EYD yang jelas. Typo bertebaran dimana-mana. Banyak pengulangan kata karena author juga manusia danmasih belajar 😀

 

Please like before read and comment after read this. NO COPY !! NO PLAGIAT !! and NO BASH about anything. This is just a Fan Fiction not real.Jika ada kesamaan dengan FF lain, sewajarnya bukan salah author , but salahtangan author *plaakkk xD. Langsung aja cekidottt àà 

 

 

 

~Happy Reading~

 

 

 

“Cinta selalu mempunyai cara untuk mempertemukan dua orang yang memang ditakdirkan untuk menjadi satu.” -Eunhyuk-

 

 

Teng.. Teng.. Teng..

 

Bunyi dentungan jam besar di sebuah pusat taman kota dengan jarum jam yang sudah menunjukkan tepat pukul 8 malam. Angin malam berhembus cepat menerpa seorang namja yang masih terduduk di deretan bangku taman yang kosong. Hanya ada dirinya disana. Orang-orang berlalu lalang melihat diri seorang namja itu merasa iba. Ya benar, wajah namja itu menunduk dengan pakaian yang rusuh dan tatanan rambutnya tidak teratur. Ditambah dia sering melamun dan menatap lurus seperti tak punya arah semangat untuk hidup.

 

“Oppa…. Eunhyuk Oppa…..”

 

Terdengar suara seorang yeoja memanggil namja tersebut dengan sebutan ‘Eunhyuk Oppa’. Seperti mengenal suara yeoja itu,namja itu pun mendongak mencari dari mana suara itu berasal. Dia terus menoleh ke kanan dan kiri berharap suara itu benar milik yeoja yang selama ini dicintainya. Namun nihil, tak ada pun seseorang di taman itu. Mungkin itu hanya halusinasinya saja yang selalu memikirkan Park Min Ra, yeoja yang selama ini dicintainya. Namja itu pun kembali menunduk dan tidak ada niat untuk beranjak dari bangku taman tersebut.

Kejadian 1 minggu yang lalu terus berputar dikepalanya membuatnya seperti sekarang ini. Tidak ada satu orang pun yang berani mengusik Eunhyuk. Bahkan keluarganya pun tak berani mengusik kesedihan yang telah melanda Eunhyuk. Mereka membiarkan Eunhyuk menyendiri dahulu. Mungkin itu salah satu cara agar Eunhyuk bisa kembali ceria lagi.

 

Kecelakaan 1 minggu yang lalu telah membuat nyawa Park Min Ra melayang. Dan kejadian kecelakaan itu pula disaksikan oleh Eunhyuk dengan kedua matanya sendiri.

 

***************

 

Flashback-

 

“Tunggu disini dulu ne Oppa, aku ingin membeli sesuatu untukmu. Jangan kemana-mana arraseo!”

“Ne, Arraseo! Jangan lama-lama ne chagi.”

 

Min Ra melangkah meninggalkan Eunhyuk yang duduk dibangku taman yang berada di pusat kota. Dia melangkah dengan senyum sumringah yang mengembang di bibir yeoja itu. Semakin lama punggung Min Ra tak terlihat dari pandangan Eunhyuk.

 

10 menit..  20menit..  30 menit..

 

Min Ra belum kembali menghampiri Eunhyuk. Eunhyuk yang khawatir tentang keadaan Min Ra pun melangkah pergi mencari Min Ra. Hingga kedua matanya menangkap sosok yeoja berparas cantik dengan rambut bergelombang tergerai berdiri diseberang jalan dengan senyuman manis memandang Eunhyuk. Eunhyuk membalas senyuman itu. Rasa kekhawatiran itu hilang ketika ia melihat senyuman yeoja yang sangat dicintainya itu.

 

Min Ra menyeberang jalan mengahampiri Eunhyuk tanpa ia ketahui segerombolan orang menerobos dan membuat Min Ra terhuyung jatuh. Ia pun berdiri membersihkan pakaiannya yang kotor. Eunhyuk yang melihat kejadian itu pun berlari menghampiri Min Ra. Namun karena banyak orang yang ingin menyeberang jalan, ia sulit menerobos kerumunan orang-orang tersebut. Tanpa Min Ra sadari, sebuah mobil sedan berkecepatan tinggi melaju ke arahnya. Eunhyuk yang melihat mobil itu lalu mengarahkan pandangannya kepada Min Ra yang masih berdiri disana. Eunhyuk bergegas menyelamatkan Min Ra berusaha menerobos orang-orang yang berlalu lalang disekelilingnya. Namun usaha Eunhyuk sia-sia, mobil itu lebih cepat dan menabrak Min Ra.

 

Tabrakan itu pun terjadi. Min Ra tergeletak di atas jalan dengan berlumuran darah. Eunhyuk melihat kejadian itu. Dia berlari menghampiri Min Ra. Sekujur tubuhnya gemetar melihat Min Ra berlumuran darah. Air matanya tak bisa terbendung lagi. Menetes dengan sangat derasnya. Ia memeluk tubuh Min Ra sangat erat. Mendekap yeoja yang dicintainya itu sambil mencoba membangunkan Min Ra. Eunhyuk meneriaki nama Min Ra terus menerus. Hingga ia mendengar suara ambulan mendekat ke arahnya. Dan saat itulah semua pandangan Eunhyuk menjadi gelap.

 

 

Flashback end-

 

 

 

********************

 

 

Di tempat inilah terakhir kali Eunhyuk bisa bersama Min Ra. Ia merindukan sosok Min Ra yang selalu bertingkah manja dengannya ketika ia ingin dibelikan sesuatu. Bayangan kenangannya bersama Min Ra berputar di otaknya lagi. Setetes air mata mengalir dari pelupuk mata Eunhyuk. Sakit! Hatinya pilu ketika mengingat bahwa Park Min Ra telah meninggalkannya untuk selamanya.

 

Saengil chukkahamnida

Saengil chukkahamnida

Saranghaneun uri Jong Woo

Saengil chukkahanmnida

 

Eunhyuk mendongak kembali setelah mendengar suara yeoja yang menyanyikan lagu selamat ulang tahun. Eunhyuk teringat bahwa hari ini adalah hari ulang tahunnya. Tak jauh dari tempat dududuknya, ia melihat seorang yeoja berjongkok membawa sebuah kue dengan seorang anak kecil berdiridi hadapannya. Dari samping yeoja itu mirip dengan Min Ra. Apa itu Park Min Ra?

 

Eunhyuk berlari mendekati mereka. Memeluk yeoja tersebut tanpa memperdulikan siapa yeoja itu sebenarnya. Yeoja itu pun terkejut mengakibatkan kue yang dibawa olehnya terjatuh.

 

****************

 

Minzi POV-

 

Siapa namja ini? Kenapa namja ini memeluk ku? Namun terasa aneh, aku seperti sudah mengenal namja ini. Dekapannya sangat erat membuatku nyaman dipelukannya. Jantung ini, kenapa berdetak begitu cepat? Aarggh aku tidak bisa berfikir jernih. Hingga suara Jong Woo menyadarkanku dan aku pun melepas pelukan namja itu. Ada rasa enggan di dalam benak ku melepaskan pelukan eratnya.

 

“Noona.. Minzi Noona..” Ucap Jong Woo sambil menarik ujung jaket tebalku. Wajahnya ampak sedih. Aku baru teringat, aku menjatuhkan kue ulang tahunnya.

 

“Maafkan Noona, Jong Woo. Mianhae Noona menjatuhkan kue ulang tahunmu ini. Besok, Noona berjanji akan membelikan kue ulang tahunmu lagi. Sekarang tersenyumlah. Jangan bersedih di hari ulang tahunmuini.” Aku memeluk namja kecil ku ini.

 

Park Jong Woo bagaikan malaikat bagiku. Dia adalah satu-satunya keluarga yang aku punya sekarang. Jong Woo baru berumur 12 tahun. Aku tidak ingin membuatnya bersedih. Cukup hanya aku saja yang menerima penderitaan.

 

Namja yang memeluk ku tadi masih berdiri menatap nanar kepadaku. Dia terlihat kacau dan sedih. Sedetik kemudian, dia sudah berada dihadapanku. Aku pun bediri dan masih tetap menggandeng tangan Jong Woo. Aku rasa Jong Woo ketakutan melihat namja tersebut. Penampilannya seperti preman.Tapi aku melihat pada dirinya tidak ada tampang preman di wajah namja itu. Dia membungkukkan badan sebentar meminta maaf kepadaku karena perbuatannya telah merugikan. Pandangan mata kita bertemu. Ooh God, mata namja itu seperti memiliki daya tarik untuk terus kulihat. Jantung ini kenapa berdetak begitu cepat lagi? Dan mengapa kedua mataku tidak ingin lepas dari pandangan matanya? Tuhan, bantu aku keluar dari situasi ini.

 

Minzi POV end-

 

 

***************

 

 

Eunhyuk POV-

 

Dia bukan Park Min Ra. Ya, dia bukan Park Min Ra! Tapi ada sesuatu yang mengingatkanku dengan Park Min Ra dalam tubuh yeoja itu. Matanya! Aku seperti melihat bayangan wajah Park Min Ra di mata yeoja itu. Atau ini hanya halusinasiku saja? Molla, yang penting aku harus meminta maaf kepada yeoja dan namja kecil itu. Aku telah merusak acara perayaan pesta ulang tahun mereka.

 

“Mianhamnida Agashi. Aku tidak bermaksud merusak acara kalian. Hanya saja…..” Aku menghentingkan ucapanku. Aku tidak bisa menceritakan kejadian menyakitkan itu.

“Gwaenchana Agashi. Aku mengerti.” Dia tersenyum lalu beranjak pergi bersama namja kecil itu.

 

Aku menarik lengan kirinya. Dia menoleh menatap heran kepadaku. Aku pun melepaskan genggamanku di lengannya.

 

“Naneun Eunhyuk imnida. Ini kartu namaku. Jika agashi ingin meminta rugi kepadaku, telepon saja nomor yang ada dikartu itu. Dan untuk namja kecil ini, maafkan Hyung telah merusak acara ulang tahunmu. Tanggal ulang tahun kita sama. Saengil Chukkahamnida adek kecil….” Aku menatap yeoja itu. Yeoja itu tahu apa yang ku maksud.

“Park Jong Woo..”

“Oh ne, Saengil Chukkahamnida Park Jong Woo..” Jong Woo pun tersenyum dan mengucapkan selamat ulang tahun juga kepadaku. Yeoja itu pun juga ikut tersenyum melihat namdongsaengnya terlihat bahagia.

 

Eunhyuk POV end-

 

 

 

—————o0o————–

 

 

“Cinta sanggup tumbuh di hati siapa saja. Bahkan, terhadap orang yang salah sekalipun. Cinta memang indah dan luar biasa.” -Eunhyuk& Park Minzi-

 

 

 

Author POV-

 

Sejak kejadian itu pula hubungan Eunhyuk dan Minzi menjadi lebih akrab. Apalagi Jong Woo, ia merasa senang ada seorang hyung yang bisa membuatnya bahagia seperti sekarang ini. Sosok Eunhyuk yang humoris, bijaksana, dan mampu membawa ketenangan di hati Park Minzi membuat Minzi merasakan getaran cinta ketika Eunhyuk berada di dekatnya.

 

Setiap akhir pekan, Eunhyuk mengajak Minzi dan Jong Woo berwisata di daerah-daerah terkenal di Korea Selatan. Dan pekan ini mereka memilih untuk pergi ke Lotte Mart. Mereka ingin bersenang-seanang menaiki wahana yang berada di Lotte Mart. Eunhyuk, Minzi, dan Jong Woo sangat menikmati hari itu. Senyum Minzi terus mengembang setiap detiknya. Ya, senyuman itulah yang bisa membuat hati Eunhyuk terus bergetar. Ia tak ingin melihat senyuman itu pudar.

 

“Minzi-ya, mianhaeyo. Aku menggapmu seperti Min Ra. Tapi aku berjanji akan terus membuatmu bahagia walau hatiku masih sulit membuka hati untuk orang lain. Maafkan aku bersandiwara dibelakangmu.” Batin Eunhyuk melihat senyuman Minzi yang terus mengembang. Ia tak ingin melukai perasaan yeoja itu. Dan, ia juga tidak ingin senyuman dan sorot mata Minzi memudar hanya karena dirinya. Eunhyuk pun mengikuti Jong Woo berpindah dari permain satu ke permainan yang lain.

 

Di sisi lain, Minzi terlihat begitu sangat bahagia. Beban masalah yang berada di pundaknya kini terasa lebihringan setelah Eunhyuk hadir dalam kehidupannya.

 

“Terima kasih Tuhan,Engkau telah mengirimkan 2 malaikat untukku. Berkat mereka kini bebanku semakin lama semakin berkurang. Eunhyuk Oppa, jeongmal gomawoyo.” Ucap Minzi dalam hatinya. Melihat kebersamaan Eunhyuk dengan Jong Woo yang semakin akrab, Minzi pun menyunggingkan sebuah senyum yang sangat manis dan Eunhyuk beruntung bisa melihat moment itu. Minzi tak menyadari bahwa Eunhyuk mengamati setiap gerak gerik pada dirinya.

 

Author POV end-

 

 

 

***********************

 

 

BUKK!!

 

Terdengar suara sebuah buku terjatuh dari atas meja. Minzi mencari dari mana suara itu berasal. Ia masuk kedalam kamar Jong Woo dan melihat sebuah buku tergeletak di atas lantai. Buku itu bertuliskan nama Lee Hyuk Jae. Minzi mulai penasaran. Ia tidak ingin membuka apalagi membaca isi buku itu. Tetapi hati dan fikirannya menuju arah berlawanan. Tangan Minzi membuka halaman pertama buku tersebut. Nampak foto seorang namja dan seorang yeoja yang begitu mesra. Ia merasa mengenal yeoja tersebut. Minzi mengacuhkan foto itu dan membuka halaman berikutnya. Hingga ia menemukan kenyataan pahit yang diketahuinya dari buku Euhyuk tersebut.

 

 

‘…Park Min Zi, maafkan aku. Aku.. aku.. aku namja yang bodoh, membiarkanmu terhanyut kedalam perasaan yang tidak bisa aku balas. Hati ini masih sulit terbuka untuk yeoja lain. Aku hanya menggapmu seperti Park Min Ra. Ia sangat mirip denganmu. Aku tidak berani mengatakan hal ini kepadamu. Setiap kau tersenyum, diri Min Ra selalu ada dalam dirimu. Sorotan matamu selalu menggambar wajah Min Ra. Jika aku kehilanganmu, aku juga akan kehilangan sosok Min Ra. Tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia. Dan Jong Woo, aku sangat menyukai namja kecil itu. Park Min Zi, Mianhaeyo….”

 

 

Minzi tak bisa membendung air matanya lagi. Dugaannya benar. Eunhyuk tidak mencintainya. Ini hanya sandiwara belaka. Arrghh betapa bodohnya Minzi mau dibodohi namja seperti Eunhyuk. Yang membuatnya tambah sedih adalah ketika Minzi tau bahwa Min Ra adalah saudara kembarnya. Mereka memang saudara kembar tetapi wajah mereka berbeda dan itu diperkuat ketika Minzi membaca halaman tengah buku itu dan mendapati nama Appa dan Eomma nya tertulis disana.

 

Min Ra adalah Kakak perempuan Minzi, namun ketika Minzi berumur 2 tahun orang tuanya memisahkan mereka karena Min Ra selalu sakit-sakitan dan daya tahan tubuhnya melemah jika Minzi tinggal bersama Min Ra. Alhasil Minzi dititipkan oleh pamannya yang tinggal di New York. Di New York Minzi selalu mendapat siksaan dari bibinya. Orang tuanya pun tidak perduli dengan kehidupannya. Hingga ia berumur 10 tahun dan pindah ke Korea lagi karena perusahaan pamannya bangkrut. Namun nasib sial menimpa dirinya lagi. Mobil yang ditumpangi oleh keluarga pamannya dan dirinya itu mengalami kecelakaan ketika akan menuju ke rumah yang akan di tempati mereka ketika berada di Korea. Tapi nasib baik masih berpihak di diri Park Minzi, ia ditemukan oleh keluarga Park Jong Jin dan merawatnya hingga ia besar. Walaupun kehidupan Park Jong Jin sangat sederhana, Minzi mampu beradaptasi dengan mereka. Apalagi Park Jong Jin mempunyai putra tunggal yang lebih muda darinya. Usia mereka terkait 8 tahun. Peran Jong Woo dalam diri Minzi sangat penting bagi Minzi. Jong Woo lah yang membangunkan semangat Minzi agar ia mampu menjalani kehidupan sesulit apapun itu. Dan ketika Orang tua Jong Woo meninggal karena kecelakaan, ia berjanji akan merawat Jong Woo dengan baik sebagai balas budi terhadap keluarga Jong Woo yang telah merawatnya.

 

 

**********************

 

 

Drrtt   Drrtt

 

Suara getaran ponsel Eunhyuk berbunyi menandakan sebuah pesan masuk dalam ponselnya. Betapa bahagianya Eunhyuk melihat layar ponselnya ketika mengetahui siapa pengirim pesan tersebut. Ya, pesan itu dari Park Minzi. Sudah 1 minggu Minzi dan Jong Woo menghilang dari hadapannya lagi. Eunhyuk sudah mencari mereka namun tak kunjung menemukan mereka. Ia kesepian. Sangat kesepian tanpa kehadiran mereka. Perlahan Eunhyuk mebuka pesan tersebut.

 

Eunhyuk Oppa, gomawo karena selama ini kau memberikan keindahan dalam kehidupanku walaupun itu hanya sekedar sandiwara agar kau bisa melihat diri Min Ra dalam diriku. Park Min Ra dan Park Min Zi. Apa Oppa tidak berfikir bahwa marga kita hampir sama? Ani, bukan hampir tapi memangkenyataannya sama. Hanya nama belakang kita yang berbeda. Kita adalah saudara kembar Oppa. Maaf aku telah lancang membaca buku pribadimu yang tertinggal dikamar Jong Woo. Aku sudah mengirimkan buku mu itu ke apartement mu dan bacalahsurat yang berada didalamnya. Kau akan mengetahui sesungguhnya apa yangterjadi. 30 menit lagi pesawat yang akan membawaku dan juga Jong Woo ke NewYork akan lepas landas. Selamat tinggal Oppa. Jaga diri Oppa baik-baik. Saranhaeyo.

 

Tiba-tiba Eunhyuk merasakan sesak yang teramat dalam di hatinya. Minzi sudah mengetahui kebohongannya dan ia akan pergi meninggalkannya. Kata-kata Minzi yang berhasil menghipnotis hati Eunhyuk. Kini ia sudah melajukan mobilnya dengan sangat kencang menuju bandara Incheon untuk menyusul Minzi dan mencegahnya untuk pergi. Ia butuh Park Minzi,bukan Park Min Ra. Jalanan yang macet membuat perjalanan Eunhyuk terhambat.

 

“Masih 15 menit lagi. Aarrgghh!!” Gumam Eunhyuk.

 

Eunhyuk memutuskan untuk berjalan saja karena jarak bandara Incheon sudah dekat. Seluruh koridor telah Eunhyuk telusuri tapi tak kunjung menemukan Minzi. Waktu terus berputar dan  kini ia mendengar suara pesawat yang lepas landas tepat pada jam keberangkatan pesawat yang ditumpangi oleh Minzi. Harapannya sudah pupus. Minzi telah pergi meninggalkannya. Eunhyuk merutuki kesalahan yang telah diperbuat olehnya sendiri. Ia pun mendongak melihat pesawat itu dan berkata “Aku akan menunggumu. Mianhaeyo Park Min Zi. Nado Saranghaeyo.”

 

 

 

————–oOo————

 

 

 

@New York, Minzi’s Apartement 10:00 a.m

 

 

[-BackSong- 2AM ‘I Wonder If You Hurt Like Me’ ]

Tiada hari tanpa bayang wajah-mu

Mengapa dirimu yang selalu hadir dibenakku

Getar hatiku memanggil namamu

Tanpa kusadari air mata ini bergulir

 

Saat ku bernyanyi

Kala ku melangkah

Ku slalu memikirkanmu

 

Mungkin-kah ku juga ada dihatimu

Mungkin-kah kau menangis mengingatku

Mungkin-kah kaupun memendam perih

Dan tenggelam dalam kerinduan

 

Sering kali ku berpura tertawa

Laksana boneka yang tersenyum paksa tersiksa

 

Tak seorangpun tau

Ku tersenyum bukan bahagia

Karna memang tak mungkin tanpamu

Oh Jujur saja, ku tak mungkin

Jujur saja akan kucoba

Hidup tanpamu oh ku menangis lagi

 

 

Tetes demi tetes air mata Minzi mengalir begitu derasnya. Ia merindukan sosok Eunhyuk. Ini adalah keputusannya. Ia tidak ingin hatinya terluka karena Eunhyuk. Tapi jujur saja, di hati Minzi masih menyimpan perasaan cintanya kepada Eunhyuk.

 

“Oppa… Ku harap kau menyadari betapa aku sangat mencintaimu. Aku adalah Park Min Zi, bukan Park Min Ra!” gumam Minzi disela-sela tangisnya.

 

 

*********************

 

 

Berbulan-bulan Eunhyuk merasa tersiksa atas kesalahannya sendiri. Kini ia tersadar, yeoja yang ia cintai bukan Min Ra tetapi Minzi. Walaupun mereka adalah saudara kembar, tetapi hidup mereka berbeda. Ia lebih mencintai Minzi. Tapi kenyataannya sekarang adalah Minzi telah pergi meninggalkannya karena kesalahannya sendiri.

 

“Bodoh! Aku benar-benar bodoh! Minzi-ya, jebal kembali kepadaku lagi..”

 

Hari-harinya selalu dilalui bayangan Minzi dan kesalahannya yang telah ia perbuat kepada yeoja itu. Setiap hari ia selau mengirim email kepada Minzi namun tidak ada respon. Eunhyuk ingin menyusul Minzi ke New York namun keadaan tidak berpihak kepadanya. Banyak tugas yang harus diselesaikannya di Korea. Hingga suatu hari ia mendapat email balasan dari Minzi.

 

Biarkan aku menyendiri dan memikirkan masalah ini terlebih dahulu. 5 tahun lagi kita akan bertemu di Korea lagi. Jika Oppa mencintaiku, kuharap Oppa mau menungguku.

 

 

————–oOo————-

 

 

 

-Semua cerita mempunyai akhir masing-masing-

 

 

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. 5 tahun dilalui Eunhyuk dengan mudahnya. Hari ini Minzi akan kembali ke Korea lagi. Ia mengetahui berita ini dari Jong Woo. Eunhyuk sengaja berangkat ke bandara agak pagi karena ia tidak ingin yeoja yang dicintainya menunggu terlalu lama. Kesibukan orang-orang bandara mengakibatkan Eunhyuk terkadang menabrak orang karena semangat dan terburu-buru.

 

10 menit.. 20 menit.. 30 menit..

 

Sekarang ia sudah siap menuju ke arah pintu kedatangan. Eunhyuk melihat satu per satu penumpang yang turun. Hingga penumpang pesawat yang terakhir Eunhyuk pun tidak melihat batang bidung Minzi dan Jong Woo. Apa ia memperoleh informasi yang salah? Tidak mungkin Jong Woo membohonginya. Eunhyuk pun berbalik berjalan gontai menuju parkiran untuk pulang. Baru beberapa langkah ia berjalan, Eunhyuk merasakan seseorang melingkarkan tangan di pinggulnya.

 

“Kau mau kemana eoh? Apa kau tak merindukanku hm?”

“Minzi-ya..”

“Ne Oppa ini aku. Jeongmal bogoshipo..” Eunhyuk berbalik memeluk erat yeoja yang ditungguinya selama 5 tahun itu.

“Minzi-ya,maafkan aku. Aku tak bermaksud menyakitimu. Aku…” belum sempat Eunhyuk melanjutkan perkataannya, Minzi memotongnya terlebih dahulu. Minzi melepas pelukan Eunhyuk dan menatap kedua mata Eunhyuk.

 

“Sudahlah Oppa, kita lupakan masa lalu kita. Mulai sekarang kita lakukan kehidupan kita dari awal. Tinggalkan masa lalu dan sambutlah masa depan.”

“Gomawo Minzi-ya.. Saranghae..”

“Nado saranghae Oppa..”

 

Mereka kembali berpelukan. Eunhyuk mencium kening Minzi dengan segenap perasaan cinta yang ia miliki. Mereka lupa bahwa ini adalah tempat umum. Banyak orang berlalu lalang memandangi mereka dengan bergeleng-geleng kepala menandakan mereka terheran dengan tingkah laku Minzi dan Eunhyuk. Hingga suara seorang namja membuyarkan pikiran mereka dan lalu melepaskan pelukan mereka karena menahanmalu.

 

“Hey kalian! Apa kalian tidak merasa lelah berpelukan seperti itu terus menerus? Apa kalian tidak malu dipandangi oleh banyak orang? Ini tempat umum. Kajja kita pulang. Aku sangat lelah dan ingin segera beristirahat!” Eunhyuk dan Minzi tersenyum kecil melihat tingkah laku namja itu.

 

“Apa dia Jong Woo kecil mu dulu itu?”

“Hahaha.. Ne Oppa. Dia sangat bawel sekali.”

“Yaya ya kalian! Aku mendengar apa yang kalian ucapkan. Sekarang aku sangat lelah.Eunhyuk Hyung, aku bukan anak kecil lagi.”

 

Jong Woo meninggalkan Minzi dan Eunhyuk dan berjalan terlebih dahulu. Eunhyuk dan Minzi menahan tawa melihat tingkah Jong Woo yang masih kekanak-kanakan. Eunhyuk terus menerus menggenggam tangan Minzi. Ia tidak mau terpisah dengan Minzilagi.

 

“Min Ra eonni, maafkan aku telah merebut namjachingumu. Aku sangat mencintai Eunhyuk Oppa. Aku akan berusaha membuatnya bahagia. Semoga eonni bahagia diatassana.” ucap Minzi dalam hatinya. Ia tersenyum memandangi Eunhyuk, namja yang sangat dicintainya itu.

 

 

————oOo———–

 

 

Aku ingin melewati masa depanku dengannya. Genangan cinta membasahi hati seperti malam kala itu. Aku tidak ingin kehilangan dirinya lagi. –Eunhyuk- 

 

Cinta mempunyai 2 sisi. Kebahagian dan Kesedihan. Aku hanya ingin kebahagian yang berada didalam alur cintaku. –Min Zi- 

 

Kehendak Tuhanlah yang telah mempersatukan seorang namja dan yeoja yang saling mencintai. Aku harap kalian bahagia. –Min Ra-

END-

[LIRIK LAGU] KYUHYUN – AT GWANGHWAMUN (INDO TRANSLATE)

KYUHYUN – AT GWANGHWAMUN

cover

Romanized:
Neon eoddaettneunji, ajig yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeottdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaeng ip muldeul ddae
Geujeya gogael deurosseottna bwa

Nuni busige banjjagideon uri dureun imi nami dwiottjanha
Ni pum aneseo sesangi nae geosieottdeon cheoleobdeon sijeoleun annyeong

Oneul babochoereom geu jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo
Geu son jabgo geoddeon gieoge ddo dwidora bwa niga seo isseul…gga bwa

Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareun nugeul chajneun il inji
Keopi hyang gadeughan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useottdeon naya

Cheoeumieosseo geutorog nal ddeollige han sarameun neobbunijanha
Nuguboda deo sarang sereobdeon niga wae naegeseo ddeonagattneunji

Oneul babochoereom geu jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo
Geu son jabgo geoddeon gieoge ddo dwidora bwa niga seo isseulgga bwa

Geu jarieseo maeil araga jogeumssig
Byeonhaeganeun nae moseubeun meon hutnaeren geujeo useojyo

Nan haengboghae
Oneul yeogin geu ddaecheoreom areumdawoni

Gwaenhi babocheoreom i jarie seo ittneun geoya
Biga naerimyeon heumbbeog jeojeumyeo oji anhneum neoreul gidaryeo
Naneun haengboghaesseo (Naneun haengboghae)
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa niga seo isseul…gga bwa

terjemahan dalam bahasa indonesia lirik:
Bagaimana harimu? Masih ada tinggal sedikit musim panas

Untuk beberapa alasan, saya memiliki hari yang melelahkan
Ketika daun berubah warna di sisi jalan Gwanghwamun
Saat itulah saya akhirnya mengangkat kepalaku

Kami ditakdirkan untuk bersinar begitu cerah bersama-sama

Tapi sekarang kita adalah orang asing
Pada suatu alasan, dunia adalah milikku
Selamat tinggal kepada hari-hari kekanak-kanakan

Hari ini, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat itu

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Pada kenangan memegang tangan dan berjalan bersama-sama, saya melihat kembali
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Saya tidak tahu apakah hidup di dunia ini

Hanya sekitar selalu mencari orang lain
Ketika saya datang ke jalan ini, penuh dengan aroma kopi
Saat itulah saya akhirnya tersenyum

Ini adalah pertama kalinya bahwa seseorang membuat saya gugup

Anda adalah satu-satunya
Anda lebih dicintai daripada orang lain
Tapi mengapa kau tinggalkan aku?

Hari ini, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat itu

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Pada kenangan memegang tangan dan berjalan bersama-sama, saya melihat kembali
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Di tempat itu, saya mengenal

Bagaimana saya perlahan-lahan berubah setiap hari
Pada hari-hari jauh ke depan, hanya tersenyum untukku
Saya senang
Karena hari ini, tempat ini hanya indah seperti saat itu

Tanpa alasan, seperti orang bodoh, aku berdiri di tempat ini

Basah dalam hujan
Menunggu untuk Anda, yang tidak akan datang
Saya senang
Aku melihat kembali sekali lagi di jalan ini di Gwanghwamun
Dalam kasus Anda berdiri di sana

Translation/translete arti dalam bahasa ingris :
How was your day? There’s still a little bit of summer left

For some reason, I had a tiring day
When the leaves changed color on the side of the road of Gwanghwamun
That was when I finally lifted my head

We used to shine so bright together

But now we are strangers
In your arms, the world was mine
Goodbye to those childish days

Today, like a fool, I am standing at that spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
At the memories of holding hands and walking together, I look back
In case you are standing there

I don’t know if living in this world

Is just about always looking for another person
As I came to this street, filled with the aroma of coffee
That was when I finally smiled

It was the first time that someone made me that nervous

You were the only one
You were more lovable than anyone else
But why did you leave me?

Today, like a fool, I am standing at that spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
At the memories of holding hands and walking together, I look back
In case you are standing there

At that place, I get to know

How I’m slowly changing every day
In the far days ahead, just smile for me
I’m happy
Because today, this place is just as beautiful as back then

For no reason, like a fool, I’m standing at this spot

Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
I look back once again at this road in Gwanghwamun
In case you are standing there

lirik hangul:
당신은 어땠어? 왼쪽 여름의 약간은 여전히있다

어떤 이유로, 나는 피곤한 하루했다
잎은 광화문의 도로의 측면에 색상을 변경하는 경우
나는 결국 내 머리를 해제 때였

우리는 함께 매우 밝은 빛을하는 데 사용

하지만 지금 우리는 낯선 사람이다
당신의 팔에서, 세계는 내이었다
그 유치한 일 안녕

오늘날, 바보처럼, 나는 그 자리에 서 있어요

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
손을 잡고 함께 걷는의 기억에, 나는 다시는 돌아
경우에 당신이 거기 서

이 세상에서 살고 나도 몰라

거의 항상 다른 사람을 찾고있다
나는이 거리에 온 바와 같이, 커피의 향기 가득
나는 마침내 미소를 지었다 때였

그것은 누군가가 나에게 그 신경을 만든 것은 이번이 처음이었다

당신은 단 하나였다
당신은 다른 사람보다 더 사랑스러운했다
그러나 왜 나를 떠 났죠?

오늘날, 바보처럼, 나는 그 자리에 서 있어요

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
손을 잡고 함께 걷는의 기억에, 나는 다시는 돌아
경우에 당신이 거기 서

그 곳에서, 나는 알고

나는 천천히 매일 변화하고있어 어떻게
앞서 지금까지 일에, 그냥 미소
나는 행복 해요
오늘 때문에이 곳은 다시만큼이나 아름답다

아무 이유없이, 바보처럼, 나는이 자리에 서있어

비에 젖지
오지 않을 사람, 당신을 기다리고
나는 행복했다
나는 광화문에서이 길에서 다시 한 번 되돌아 볼
경우에 당신이 거기 서

My lovable girl, SM entertainment, dan perpecahan di dalamnya

aku nulis ini bukan untuk tujuan tertentu. hanya menulis opiniku tentang sebuah sisipan dalam drama ini yang ada dalam kenyataan. ini mengingatkan tentang semua perpecahan dalam dunia hiburan korea selatan.

Ini hanya sebagian cerita di episode 5-6 drama My Lovable Girl.

Pertama lihat drama ini udah merasa gimana. Karena ya itu main castnya aja para idol. Pertama Rain sama krystal. Perbedaan uur mereka 11 tahun!! Dan kebanyakan main cast kan jadi pasangan.
Sempat kaget juga kok ada L (kim myungsoo) INFINITE dan di situ dia juga berperan sbg anggota group INFINITE POWER. cuma ada tambahan power aja. Dan juga ada HOYA, juga membernya cuma empat. Aku nulis ini setelah nonton eps 5 atau 6 ya aku lupa. Disitu diceritakan perpecahan antar member INFINITE.  aku awalnya ngira itu cuma gara-gara masalah cewek. Tapi akhirnya aku tau alasan sebenarnya ya di episode 6 itu. ini waktu Shi Woo kabur (ngilang). Rae Hoon nelfon Shi woongajak ketemuan di jembatan. Shi Woo ngiranya Rae Hoon bakal ngajak dia untuk ikut keluar dr ANA. dan ini adalah percakapan mereka yang aku tulis dari subtitlenya :

“Selama lima tahun, empat dari kita berkeringat darah dengan penuh air mata dan bekerja sama. Tapi suatu hari mereka membawa pendatang baru dan mengambilbsalah satu dari kami untuk pergi. Rookie berbakat ini bergantung di sekitar kami selama beberapa bulan. Dia akhirnya menjadi pusat dari INFINITE POWER hanya karena wajahnya yang tampan. Aku(rae hoon) yang menyanyikan lagu-lagu. Jun jun dan San ah menjelek-jelekkan diri mereka sendiri di variety show.  Tapi merekaasih mengatakan INFINITE POWER ini berhasil karenamu. Dan kau… kau percaya”

Aku yakin Rae hoon guma emosi sesaat. Dia menggunakan Ra eum hanya untuk menyakiti shi woo. Untuk balas dendam mungkin.

Karena adegan itu aku langsung inget JYJ – TVXQ, HANGENG -SUJU, KRIS & LUHAN -EXO, dan JESSICA – SNSD. Maaf kalau ada yang belum tertulis.

Alasan mereka keluar macam macam. Tapi di di cerita shi woo – infinite power ini aku kira seperti JYJ-  TVXQ. anggota yang keluar dari management lebih banyak dan ninggalin anngota yang lebih sedikit untuk tetap di management.  Ya aku CASSIE  five stand. Tapi aku merasa sekarang ini JYJ yang lebih sering di sorot daripada homin.mereka sering disebut penghianat juga. Jujur aku juga nggak tega. Kita semua ingin di SMent ngga ada perpecahan. Mungkin Drama  ini mau ngasih tau ke kpopers kalau perpecahan itu juga nyakitin. Juga jadi pelajaran dan pengetahuan buat kita tentang gimana sampai ada sebuah perpecahan. Oke di drama ini karena masalah para petingginya yang malah nyebanin artis mereka berantakan. Mungkin yang dialami Shi woo itu juga yang dirasain homin, jessica, dan hangeng.
Aku nggak tau gimana jelasnya Jessica sama hangeng.  Tapi aku sedikit tau homin. JYJ sekarang sukses banget!! TVXQ (yunho-changmin) juga sukses, cuma mereka munculnya di media tidak sesering JYJ.

Siapapun yang ditinggalkan pasti merasa tertekan. Yang meninggalkan? Entahlah hanya mereka, Tuhan dan manajemen yang tau.
bagaimana menurut kalian?
maaf bila ada salah kata saya minta maaf saya juga hanya manusia biasa yang tidak semua hal saya tau.
silakan menambahkan opini kalian di komentar yaa..
@anitarustanti_

[FANFICTION] Between My Love and My Idol

AUTHOR                    : Monicakyu & ChristyaaJung

JUDUL CERITA         : Between My Love & My Idol

CAST                          : 1. Cho Kyuhyun

                                      2. Han Jun Hee

                                      3. Lee Sungmin

GENRE                       : Romance,

RATING                     : PG-13

LENGTH                     : ?

Ps                               : Typo adalah kebiasaan yang sulit dihilangkan *pingsan * jadi hati-hati yaaa bila mata kalian sakit tiba-tiba karena membaca FF ini -_______-

 

Disclaimer                : this is 100% original FF. NO COPY and NO PLAGIAT !! FF ini milik saya dan ChristyaaJung.

 

Warning                    : FF ini tidak menggunakan EYD yang jelas. Typo bertebaran dimana-mana. Banyak pengulangan kata karena author juga manusia dan masih belajar 😀

 

Please like before read and comment after read this. NO COPY !! NO PLAGIAT !! and NO BASH about anything. This is just a Fan Fiction not real. Jika ada kesamaan dengan FF lain, sewajarnya bukan salah author , but salah tangan author *plaakkk xD. Oh ya di sini ada 1 kalimat dari quote Jea eonnie 😀 Dan saya sudah meminta izin kepadanya untuk menggunakan quotenya berada dalam ff ini J Langsung aja cekidottt àà 

 

 

 

~Happy Reading~

[Fanfiction] Between My Love and My Idol

Hembusan angin kencang menerpa wajah seorang perempuan berparas cantik yang tengah berdiri tidak jauh dari kerumunan orang-orang yang sedang bercita ria dalam keramaian tersebut. Dekorasi dengan bernuansa merah muda yang tampak keindahan dilihat dari sudut manapun mencerminkan kepribadian dari pemilik pesta itu. Semua orang terlihat tampak bahagia. Tapi tidak untuk perempuan itu, dia semakin menunduk melihat kebahagiaan dalam kerumunan itu semakin mengembang.

Apa hanya ia saja yang merasakan sakit hati melihat kebahagian itu?

Tidak! Bahkan masih banyak orang-orang di luar sana yang tidak menyukai kebahagaian dalam kerumunan tersebut.

“Semoga kau bahagia, Lee Sungmin. Aku selalu mendukungmu..”

Seandainya ia berani mengungkapkan kata-kata itu dihadapan Lee Sungmin. Seandainya ia berani melangkahkan kakiknya menuju tempat itu, mengajak Sungmin berbicara dan menjabat tangannya seperti biasa. Tapi kepercayaannya hilang begitu saja. Dia terlalu kecewa terhadap lelaki tersebut. Ia kira ia akan sanggup menutupi perasaannya yang terlalu kecewa dan sakit hati. Keberanian yang sudah ia siapkan telah hilang meluap begitu saja.

Dan dia hanyalah perempuan biasa di mata laki-laki itu. Hanya salah satu fans yang beruntung mendapat kabaikan hati dari Lee Sungmin. Ya, siapa yang tidak mengenal Lee Sungmin? Dia adalah penyanyi dan salah satu aktor terhebat yang dimiliki Negara Gingseng ini.

Hanya seorang fans! Kenyataan itu membuatnya tertohok dengan nasib kehidupannya. Apa yang tidak dimilikinya? Cantik? Banyak orang memang memujinya sangat cantik. Kaya? Bahkan ayahnya adalah salah satu pemilik perusahaan terkenal di Korea. Tapi mengapa laki-laki itu lebih memilih perempuan yang hanya memanfaatkan ketenarannya saja? Bahkan perempuan itu tidak lebih cantik darinya.

Apa sifatnya selama ini tidak terlalu baik bagi Sungmin? Tidak, bahkan Sungmin memperlakukannya dengan baik disetiap pertemuannya. Dan juga Lee Sungmin memberikan undangan pernikahannya yang hanya dihadiri keluarganya saja. Terlalu special bukan untuk perempuan yang hanya sebatas seorang fans?

Kecewa! Tentu pasti kecewa karena Lee Sungmin selama ini menyembunyikan kenyataan besar itu darinya. Seharusnya dari dulu ia sadar, dia hanyalah seorang fans. Tidak lebih! Tapi selama ini dia dibutakan oleh kekagumannya terhadap Lee Sungmin. Ia terlalu berharap terhadap Lee Sungmin.

Dia kecewa sangat kecewa dengan keputusan yang telah diambil lelaki itu. Memang menyedihkan ketika kau harus berusaha menerima dan melepaskan sesuatu yang tak pernah menjadi milikmu, yang bahkan hanya mampu menjadi mimpimu.

“Berhenti menatapnya sayang..”

Suara berat nan merdu dari laki-laki yang berada dibelakang perempuan itu menyadarkannya dari lamunan panjangnya. Dia berbalik menghadap laki-laki yang tengah tersenyum hangat dan penuh kasih sayang itu yang hanya ditujukan untuknya. Walaupun begitu, tampak sedikit raut ekspresi tidak suka yang terlihat di wajahnya. Meski laki-laki dihadapannya ini berusaha menutupinya, tetapi tetap saja ia tahu tentang perasaan laki-laki itu. Ia sudah terlalu hafal dengan setiap ekspresi dan gerak-gerik yang dikeluarkan oleh laki-laki tersebut. Untuk apa selama ini mereka bersama jika ia saja tak tahu bagaimana laki-laki dihadapannya ini.

“Cho Kyuhyun.. A-aku..”

“Ssssstt.. Aku tahu perasaanmu sayang..” Laki-laki yang bernama Cho Kyuhyun itu meletakkan jarinya didepan bibir mungil perempuan tersebut. Kyuhyun memeluk perempuan yang sangat dicintainya itu dengan penuh kehangatan.

“Kyu..”

“Hmm..”

“Kau tidak ingin masuk dan memberi selamat untuk Sungmin Oppa?” Tanya Jun Hee kepada Kyuhyun.

“Apa kau ingin melihat Sungmin hyung?” Kyuhyun balik bertanya.

“Aku ingin bersamamu, Kyu. Bagiamana denganmu?” Sebenarnya Jun Hee enggan untuk masuk. Ia merasa bahwa ia tidak akan sanggup mengucapkan selamat pada Sungmin. Tapi disisi lain, ia tidak ingin membuat laki-laki dihadapannya ini tidak bisa merasakan bahagia atas pernikahan hyungnya sendiri. Lebih baik ia menjawab seperti itu bukan? Jika Kyuhyun ingin masuk, ia akan mengikuti laki-laki itu. Meski entah apa yang akan terjadi di dalam sana.

Kyuhyun menghela nafas beratnya. Ia sadar akan jawaban gadis itu. Han Jun Hee tidak ingin melihat Lee Sungmin hari ini.

“Tidak. Sungmin hyung telah membuat gadisku menangis. Dan aku akan memberinya pelajaran karena telah membuat gadis yang ku cintai ini menangis.” Ucap Kyuhyun dengan nada menggoda.

“Ish kau ini!”

Pipi perempuan yang berada dalam pelukan kyuhyun itu memerah. Selalu seperti ini jika Kyuhyun menggodanya.

“Ayo kita pergi bersenang-senang. Aku ingin membuatmu kembali tersenyum.”

Mereka berbalik menuju letak mobil Kyuhyun yang terparkir. Kyuhyun melingkarkan tangannya ke pinggang ramping gadis yang dicintainya itu. Dia selalu percaya, walaupun gadisnya mengagumi laki-laki lain, tapi cinta dan sayangnya tetap menjadi miliknya. Dan dia menerima Han Jun Hee dengan senang hati. Kyuhyun berjanji apapun yang akan terjadi, dia akan melindungi dan memberikan kasih sayangnya untuk gadis itu. Mereka berjalan diiringi senyum bahagia yang memancar di wajah mereka berdua.

“Cho Kyuhyun, A-aku mencintaimu..” ucap Jun Hee dengan malu-malu. Ia jarang sekali mengucapkan kata-kata itu di hadapan Cho Kyuhyun. Hubungan mereka memang seperti ini. Ia terlalu sering mengabaikan Kyuhyun hanya untuk kekagumannya terhadap Lee Sungmin.

“Aku juga mencintaimu, Han Jung Hee..”

Jung Hee kini tersadar, dalam dunia nyata dia telah memiliki Kyuhyun. Lelaki yang mencintainya dengan apa adanya selama setahun belakangan ini. Kyuhyun membuat hidupnya lebih bewarna dari pada kehidupan fangril yang dijalaninya. Ia terlalu mencintai Cho Kyuhyun. Dan dia tidak ingin kehilangan laki-laki tersebut.

Tapi kadang dia tidak sadar jika berdekatan dengan Sungmin. Apa ia menyukai kedua laki-laki itu?

Dia tak tahu. Dia merasa bahwa Sungmin hanyalah idola dan mimpinya. Sedangkan Kyuhyun merupakan cinta dan masa depannya. Dia tak ingin nantinya terpuruk dalam mimpi yang menyakitkan. Dia hanya ingin kebahagiaan bersama dengan orang yang dicintai dan juga mencintainya.

Kehidupan nyatanya kini telah terbuka dan menunggunya untuk menggali masa depan yang lebih luas. Hidup harus didasari dengan mimpi, tapi ingatlah satu hal, jangan terus menerus hidup di dalam mimpi yang hanya ada kata ‘seandainya’. Jun Hee harus menghargai apa yang ia punyai sekarang. Dan ia tak ingin kehilagan apa yang ia miliki.

???

[ LYRIC ] SUPER JUNIOR M – SWING

Bi-ezxhCcAAbl0I

Romanized:

(with individual parts)

Hey, come on, yeah!
My swing, whoo!

[Donghae] Hey, Mr.! Shi jian yi dao lai
[Eunhyuk] Bu yao zai deng dai
[Donghae] Kuai pao kai zuai shui meng zhong xing lai
Bie ya yi shu yu ni de cun zai
[Siwon] Maria! Bie zong shi fa dai
[Eunhyuk] Shi zhen zai fei zhuan
[Siwon] Wang zhe de bu dao
de ai huan yi zhi qi dai
Bu ru fang shou shuo yi ju
bai bai

[All] Shall We Dance
[Sungmin] Wang diao na gu ji ba shuang shou wo jin
[All] Shall We Dance
[Donghae] Tong ku de hui yi jian jian de yuan li
[Kyuhyun] Zhe shou ge jui shi wo tong guan mi yu
Gui ju you ni lai ding

[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! (Swing)
Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou

[All] Swing Never, Never Give Up! (Swing)
[Ryeowook] Jiu suan fan nao mei shen me da bu liao yi miao jiu wang diao
[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! Hey!

[All] Swing, hey!
Hey~ Yeah~ (Swing)
Hey~ Yeah~

[Henry] Uno Dos Tres
[Eunhyuk] You shi wu xing zhi zhong sheng chu mo qi
Yi zhong ni hu xi wo jiu dong de pin lu
[Ryeowook] So Relax, Be Cool he wo yi qi
Zhi wei le ni mu xuan shen mi
[Henry] Sheng huo you shi li pu lai tou su
Bie zai yi you wo zai jiu shi wan mei yan chu
[Zhou Mi] So Relax, Be Cool he wo yi qi
Kuai le xiang mo li bei xi yin

[Ryeowook] Zheng kai yan mei yi tian du hui you xin de jing li
Zuo zui zhen de zi ji

[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! (Swing)
Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! (Swing)
[Zhou Mi] Jiu suan fan nao mei shen me da bu liao yi miao jiu wang diao
[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up!

(dance break)

[Donghae] You shi hui mi shi qian xing
[Sungmin] Xin xiang xian ru shen shen hai di
[Kyuhyun] Jiu rang zhe xuan lu dai ni tao li
Dance with me tonight
Just swing! ([Ryeowook] Swing
My Babe, Tonight!)

[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! (Swing)
Kuai gen zhe yin yue de jie zou fang sheng yong li si hou
Swing Never, Never Give Up! (Swing)
[Kyuhyun] Kuai le rang wo zhe miao da sheng xuan bu bei shi ren zhu mu
[All] Kuai gen zhe yin yue de jie zou shi fang ni de yu zhou Swing Never, Never Give Up! Hey!

[All] Hey~ Yeah~ (Swing)
Hey Yeah~
Swing Never, Never Give Up!
Hey~ Yeah~ (Swing)
Hey Yeah~
Swing Never, Never Give Up!

English Translation:

Hey, Mr! The time has come, don’t wait anymore
Quickly toss away the nuisances
Come out from your dream
Don’t hold in the existence that is your’s
Maria! Don’t keep spacing out
The hour hand is flying

Staring longingly at the unrequited love
Continuing to hope
Might as well let go and say goodbye
Shall we dance?
Forget that loneliness, hold both hands tight
Shall we Dance?
Painful memories, slowly fade in the distance
This song is my secret code, the rules are up to you

Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Even with worries, no big deal, you’ll forget it in a second
Hurry and shout with all your might with the music
Swing never never give up
Hey!

One Two Three
Sometimes out of nowhere comes a frequency
When I understand what you want as soon as you breathe
So relax, be cool
Come with me, who only falls into a trance at you
Life sometimes complains with exaggeration
Don’t mind it, with me it will be a perfect show
So relax, be cool
Come with me, happiness is attracted like magic
Open your eyes everyday, there will be new experiences
Be the truest you

Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Even with worries, no big deal, you’ll forget it in a second
Hurry and shout with all your might with the music
Swing never never give up
Hey!

Sometimes you’ll lose your way
Your heart will sink to the deepest sea floor
Let this tune give you an escape
Dance with me tonight
Swing my babe, tonight!

Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Hurry and shout with all your might along with the music
Swing never never give up
Swing!
Happily let me announce loudly
Being watched by the world
Hurry and release your whole universe with the music
Swing never never give up
Hey!
Hey~ Yeah~ Swing~ hey~ Yeah~ Swing never never give up!
Hey~ Yeah~ Swing~ hey~ Yeah~ Swing never never give up!
Swing!

Translation Credits: ELF_thoughts
Romanizations by: kpoplyrics.net, sapphir3bluu @ worldwideelfs, Camille Poirier